Scroll untuk baca artikel
Nusantara

Kementerian PU Perkuat Irigasi di Papua Selatan, Dukung Swasembada Pangan 10.000 Hektare

Admin
×

Kementerian PU Perkuat Irigasi di Papua Selatan, Dukung Swasembada Pangan 10.000 Hektare

Sebarkan artikel ini
Kementerian PU Perkuat Irigasi di Papua Selatan, Dukung Swasembada Pangan 10.000 Hektare
Kementerian PU Perkuat Irigasi di Papua Selatan, Dukung Swasembada Pangan 10.000 Hektare

MITRAPOL.com, | Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat infrastruktur irigasi dan pengendalian banjir di kawasan Wanam, Papua Selatan, sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan nasional.

Melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua Merauke, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, pemerintah mengembangkan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Papua Selatan dengan pembangunan jaringan irigasi rawa, infrastruktur pengendalian banjir, serta penguatan kelembagaan petani.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan ketersediaan dan pengelolaan air menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Pengelolaan sumber daya air harus dilakukan secara cepat, terukur, terpadu, dan berkelanjutan agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan produktivitas pertanian tetap terjaga,” kata Dody.

Pengembangan KSPP Capai 10.000 Hektare

Pengembangan KSPP Papua Selatan mencakup pembangunan jaringan irigasi rawa dan infrastruktur pengendalian banjir pada lahan seluas 10.000 hektare yang terbagi dalam tiga klaster.

Klaster I mencakup 1.200 hektare, Klaster II seluas 2.800 hektare, dan Klaster III mencapai 6.000 hektare.

Hingga 6 Agustus 2026, progres pekerjaan Klaster I yang menjadi demplot pengembangan sawah sekitar 1.200 hektare telah mencapai 91 persen.

Sementara itu, pembangunan jaringan irigasi rawa secara keseluruhan telah mencapai 38,64 persen, sedangkan infrastruktur pengendalian banjir mencapai 44,06 persen.

Di area persawahan Kampung Wanam, sejumlah jaringan irigasi telah selesai dibangun. Saluran primer pemberi sepanjang 1,8 kilometer, saluran sekunder pemberi 1,8 kilometer, serta saluran sekunder pembuang sepanjang 1,8 kilometer telah rampung.

Adapun saluran primer pembuang yang direncanakan sepanjang 2,75 kilometer saat ini telah terealisasi 0,9 kilometer dan masih dalam tahap penyelesaian.

Petani Dilibatkan Kelola Jaringan Irigasi

Selain membangun infrastruktur, Kementerian PU mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air melalui pembentukan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di Kampung Wanam.

Kepala BWS Papua Merauke Nonce Saman mengatakan pembentukan P3A menjadi langkah awal untuk membangun pengelolaan jaringan irigasi yang melibatkan petani secara langsung.

“Melalui pembentukan P3A diharapkan terbentuk organisasi petani yang mampu berperan aktif dalam mengelola, memelihara, dan memanfaatkan air irigasi secara efektif, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Nonce.

Model pengelolaan partisipatif tersebut diharapkan membuat infrastruktur irigasi tidak hanya selesai dibangun, tetapi juga dapat dipelihara dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Buka Peluang Ekonomi Baru bagi Masyarakat

Pengembangan lahan sawah di Wanam juga diarahkan untuk membuka peluang mata pencaharian baru bagi masyarakat setempat.

Lahan yang telah dibangun akan dilengkapi jaringan irigasi sehingga dapat mendukung kegiatan pertanian sekaligus memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.

Program tersebut merupakan bagian dari dukungan Kementerian PU terhadap agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat ketahanan dan swasembada pangan nasional.

Melalui program PU608, Kementerian PU menegaskan komitmennya menghadirkan infrastruktur yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk di kawasan timur Indonesia.