MITRAPOL.com, Papua Barat – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan Jembatan Wariori di Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Hingga pekan kedua Agustus 2026, progres fisik pembangunan jembatan yang menjadi bagian penting jalur Trans Papua tersebut telah mencapai 59,04 persen.
Jembatan Wariori menjadi salah satu infrastruktur vital bagi masyarakat karena berfungsi sebagai akses menuju Distrik Sidey, Kabupaten Manokwari, sekaligus jalur penghubung menuju Kabupaten Tambrauw dan Sorong.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan percepatan pembangunan dilakukan untuk memulihkan konektivitas masyarakat setelah infrastruktur tersebut mengalami kerusakan akibat bencana.
“Kementerian PU berkomitmen untuk mempercepat penanganan infrastruktur yang terdampak bencana agar konektivitas masyarakat dapat segera pulih,” kata Dody.
Melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Papua Barat dan Papua Barat Daya, Kementerian PU membangun jembatan baru yang melintasi Sungai Wariori.
Jembatan tersebut memiliki panjang 240 meter dan lebar 9 meter, dengan desain tiga bentang yang masing-masing memiliki panjang 80 meter.
Untuk struktur atas, jembatan menggunakan rangka baja. Sementara struktur bawah ditopang fondasi tiang bor berdiameter 800 milimeter.
Pembangunan jembatan baru ini diharapkan dapat memberikan akses yang lebih aman dan andal bagi masyarakat yang menggunakan jalur tersebut untuk berbagai aktivitas.
Sebelumnya, Jembatan Wariori mengalami kerusakan setelah diterjang banjir pada Mei 2024. Kondisi tersebut berdampak terhadap konektivitas masyarakat di kawasan tersebut.
Jembatan Wariori memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu akses utama menuju Distrik Sidey dan jalur penghubung ke wilayah Tambrauw serta Sorong.
Selain mendukung mobilitas masyarakat, keberadaan jembatan juga berperan dalam kelancaran distribusi barang dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Karena itu, pembangunan kembali Jembatan Wariori dinilai penting untuk memperkuat konektivitas kawasan Trans Papua sekaligus mendukung pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat.
Kementerian PU menegaskan pembangunan tersebut merupakan bagian dari komitmen menghadirkan infrastruktur yang lebih andal dan tangguh terhadap bencana melalui Visi PU608.
Infrastruktur yang memiliki ketahanan terhadap risiko bencana diharapkan mampu menjaga konektivitas tetap berjalan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di Papua Barat secara berkelanjutan.












