Scroll untuk baca artikel
Info Polri

34 Hotspot Terdeteksi di Kendawangan, Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Cagar Alam

Admin
×

34 Hotspot Terdeteksi di Kendawangan, Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Cagar Alam

Sebarkan artikel ini
34 Hotspot Terdeteksi di Kendawangan, Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Cagar Alam
Polres Ketapang bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Ketapang dan tim pemadam kebakaran perusahaan melakukan groundcheck sekaligus penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Sabtu (5/9/2026).

MITRAPOL.com, Ketapang – 34 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Sebagian titik berada di kawasan Cagar Alam (CA) Muara Kendawangan dan area konsesi perusahaan.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Polres Ketapang bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Ketapang dan tim pemadam kebakaran perusahaan bergerak melakukan groundcheck sekaligus penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Sabtu (5/9/2026).

Pemantauan titik panas dilakukan melalui aplikasi Lancang Kuning dengan sumber data satelit NOAA-20 dan SNPP, 34 titik dengan tingkat kepercayaan (confidence) medium teridentifikasi di Desa Pembedilan, Desa Air Hitam Besar, dan Desa Air Hitam Hulu.

Personel Polsek Kendawangan kemudian berkoordinasi dengan BKSDA Ketapang serta tim pemadam dari PT SKS, PT BNS, dan PT BMJ untuk melakukan pengecekan langsung terhadap sejumlah titik yang dapat dijangkau.

Dari hasil groundcheck, tim menemukan sejumlah areal yang telah terbakar. Luas areal terdampak diperkirakan sekitar 3 hektare di Desa Pembedilan, 5 hektare di Desa Air Hitam Hulu, dan 2 hektare di Desa Air Hitam Besar.

Vegetasi yang terbakar didominasi ilalang, semak belukar, dan tanaman albasia. Jenis kebakaran yang ditemukan merupakan kebakaran permukaan.

Setibanya di lokasi, tim gabungan langsung melakukan pemadaman dan penyisiran pada areal terdampak.

Pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak terdapat bara api yang masih menyala sekaligus mencegah api kembali merambat ke wilayah sekitarnya.

Namun, tidak seluruh titik panas dapat dijangkau. Tim menghadapi kendala berupa akses jalan menuju sejumlah lokasi yang terputus.

Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR., mengatakan, kegiatan groundcheck ini penting dilakukan untuk memverifikasi data titik panas yang terdeteksi satelit dengan kondisi di lapangan.

“Kami terus mengoptimalkan sinergi bersama BKSDA, TNI, pihak perusahaan, dan seluruh unsur terkait untuk melakukan pengecekan, pemadaman, serta pendinginan terhadap setiap titik api. Penanganan cepat sangat penting untuk mencegah kebakaran meluas, terlebih lokasi berada di kawasan yang harus kita jaga bersama,” ujar Muhammad Harris.

Kapolres juga mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan, termasuk pembakaran secara sembarangan.

Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, menurut Kapolres terdapat indikasi kebakaran berkaitan dengan aktivitas perburuan liar.

Namun, keterangan tersebut masih berupa indikasi dan memerlukan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan penyebab kebakaran.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan hutan dan lahan. Apabila menemukan adanya titik api maupun aktivitas yang berpotensi menyebabkan karhutla, segera laporkan kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat,” tegasnya.

Penanganan karhutla di wilayah Kendawangan terus dilakukan melalui koordinasi lintas instansi dan pihak terkait, terutama untuk mencegah api meluas ke kawasan hutan yang memiliki fungsi konservasi.