MITRAPOL.com, Jakarta – Polsek Metro Tamansari Polres Metro Jakarta Barat mengamankan dua pria berinisial DDK dan M saat menggelar razia stasioner di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Glodok, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat.
Keduanya diamankan setelah petugas mencurigai sebuah mobil Daihatsu Xenia yang sempat berputar balik dan melawan arah saat melintas di depan Polsubsektor Glodok, Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.
Kapolsek Metro Tamansari Kompol Bobby M. Zulfikar mengatakan, razia tersebut digelar untuk mengantisipasi kejahatan jalanan, penyalahgunaan narkoba, dan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Tamansari.
“Anggota kemudian menghentikan kendaraan dan melakukan pemeriksaan serta penggeledahan,” ujar Bobby.
Polisi Temukan Hexymer dan Tramadol
Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan 15 butir obat yang diduga jenis Hexymer dan tiga butir Tramadol. Satu butir Tramadol ditemukan di sekitar kendaraan.
Petugas turut mengamankan dua unit telepon seluler dan satu unit mobil Daihatsu Xenia yang digunakan kedua pria tersebut.
Berdasarkan pemeriksaan awal, DDK mengaku memperoleh dua butir Tramadol dari seseorang berinisial G. Sementara M mengaku membeli Hexymer dan Tramadol seharga Rp50 ribu dari seseorang berinisial A.
Polisi menyebut G dan A masih dalam pengejaran dan telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
“Keduanya mengakui telah mengonsumsi masing-masing satu butir Tramadol sebelumnya,” jelas Bobby.
Penyidik masih mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap asal-usul obat-obatan yang diamankan serta kemungkinan adanya jaringan pemasok lainnya.
Dalam perkara ini, penyidik menerapkan Pasal 435 subsider Pasal 436 ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
Bobby mengimbau masyarakat, khususnya remaja, tidak sembarangan mengonsumsi atau membeli obat tanpa resep dan pengawasan tenaga medis.
“Jangan mudah tergiur atau membeli obat-obatan dari sumber yang tidak jelas. Jika membutuhkan obat, gunakan sesuai resep dan ketentuan medis,” pesannya.
Polisi menegaskan pengembangan masih dilakukan untuk mengejar pihak yang diduga memasok obat-obatan tersebut.












