Scroll untuk baca artikel
Info Polri

Pendekatan Humanis Dirintelkam Polda Aceh Said Anna Fauza Perkuat Kepercayaan Publik

Admin
×

Pendekatan Humanis Dirintelkam Polda Aceh Said Anna Fauza Perkuat Kepercayaan Publik

Sebarkan artikel ini
Pendekatan Humanis Dirintelkam Polda Aceh Said Anna Fauza Perkuat Kepercayaan Publik
Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Aceh Kombes Pol. Said Anna Fauza, S.I.K., M.M., M.H.,

MITRAPOL.com, Banda Aceh – Pendekatan humanis dan dialogis dinilai penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Aceh, terutama di tengah karakter sosial dan sejarah daerah yang memiliki dinamika tersendiri.

Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Aceh Kombes Pol. Said Anna Fauza, S.I.K., M.M., M.H., disebut memiliki modal kedekatan dengan masyarakat Aceh dalam membangun komunikasi dalam menjalankan tugasnya.

Sebagai putra Aceh, Said dinilai memahami pentingnya silaturahmi, komunikasi, serta pendekatan kekeluargaan dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial dan keamanan.

Pendekatan tersebut menempatkan dialog sebagai salah satu cara untuk mendengar aspirasi masyarakat sekaligus mencegah persoalan berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Dalam menjalankan fungsi intelijen keamanan, komunikasi dengan masyarakat menjadi bagian penting untuk memahami dinamika yang berkembang di lapangan.

Pendekatan yang mengedepankan dialog dan komunikasi dinilai dapat membantu membangun kepercayaan antara aparat keamanan dan masyarakat.

Ketegasan dalam menjalankan tugas pun dapat berjalan beriringan dengan sikap persuasif serta penghormatan terhadap kearifan lokal.

Salah satu dinamika keamanan yang sempat menjadi perhatian terjadi di sekitar halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.

Dalam situasi tersebut, Said Anna Fauza turut memantau perkembangan situasi bersama personel Polda Aceh.

Peristiwa itu sebelumnya terjadi dalam rangkaian peringatan Hari Damai Aceh ke-21 pada Agustus 2026.

Dalam situasi yang dinamis, komunikasi dan pengendalian situasi menjadi penting untuk mencegah ketegangan berkembang menjadi eskalasi yang lebih besar.

Pendekatan berbasis kearifan lokal juga dinilai relevan dalam menjaga kondusivitas Aceh.

Karakter masyarakat yang menjunjung tinggi hubungan kekeluargaan dan silaturahmi dapat menjadi modal dalam membangun komunikasi antara aparat dan warga.

Kombes Pol. Said Anna Fauza sendiri tercatat aktif menjalankan tugas sebagai Dirintelkam Polda Aceh.

Pada Februari 2026, misalnya, ia menerima delegasi United Nations Department of Safety and Security (UNDSS) di Polda Aceh dan menyampaikan komitmen untuk terus membangun komunikasi serta berkoordinasi dalam menghadapi isu yang berdampak terhadap stabilitas keamanan di Aceh.

Pendekatan komunikasi tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian menjaga stabilitas keamanan sekaligus membangun hubungan yang konstruktif dengan berbagai unsur masyarakat.

Bagi Aceh, menjaga keamanan tidak hanya membutuhkan langkah penegakan hukum, tetapi juga kemampuan membaca situasi sosial dan membangun komunikasi dengan tokoh masyarakat, kelompok pemuda, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen lainnya.

Pendekatan persuasif, dialogis, dan tetap berpegang pada ketentuan hukum diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga suasana Aceh tetap aman dan kondusif.

Dengan komunikasi yang terbuka dan saling menghormati, aparat dan masyarakat dapat bersama-sama mencegah potensi gangguan Kamtibmas sekaligus menyelesaikan persoalan secara lebih terukur.

Topik:
Penulis: T. IndraEditor: Redaksi