MITRAPOL.com, Tangerang – Seorang konsumen berinisial TLC mengaku mengalami kerugian hingga Rp1.538.000 setelah memesan nasi Padang melalui nomor WhatsApp yang ditemukan pada profil Google RM Pagi Sore BSD, Kabupaten Tangerang. Pesanan tersebut tidak diterima, sementara pembayaran disebut terdebit dua kali dengan nominal masing-masing Rp769.000.
TLC mengatakan, transaksi dilakukan pada Minggu (1/11/2026). Ia mengaku awalnya menghubungi nomor WhatsApp yang tercantum pada profil Google rumah makan yang beralamat di Jalan BSD Boulevard Utara No. 2, Lengkong Kulon, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang.
“Saya memesan nasi Padang melalui WhatsApp RM Pagi Sore BSD dan mentransfer uang sebesar Rp769.000. Namun, saldo rekening ternyata terpotong dua kali dengan nominal yang sama sehingga total uang yang keluar mencapai Rp1.538.000,” ujar TLC.
Setelah pesanan tidak kunjung diterima, TLC mendatangi rumah makan untuk meminta penjelasan. Menurut keterangannya, pihak restoran menyampaikan bahwa nomor WhatsApp yang digunakan untuk transaksi tersebut diduga telah diretas sehingga pembayaran tidak masuk ke rekening resmi restoran.
TLC mengaku kecewa karena pihak rumah makan disebut tidak bersedia mengganti kerugian dengan alasan konsumen kurang teliti sebelum melakukan transfer.
“Yang membuat saya kecewa bukan soal uangnya, tetapi bagaimana penyelesaiannya. Saya mendapatkan nomor itu dari Google, bukan asal mencari nomor sendiri,” katanya.
Ia berharap manajemen restoran menunjukkan itikad baik dalam menanggapi keluhan konsumen, terutama apabila benar terjadi penyalahgunaan nomor kontak yang tercantum pada profil usaha.
Saat dikonfirmasi, pihak RM Pagi Sore BSD membantah terlibat dalam transaksi yang dialami TLC. Manajemen menyatakan konsumen tersebut merupakan pelanggan lama dan diduga menjadi korban penyalahgunaan nomor kontak yang mengatasnamakan restoran.
Pihak rumah makan menegaskan bahwa dana yang ditransfer TLC tidak diterima oleh restoran. Manajemen juga menyebut tim media sosial telah mengambil langkah untuk menangani persoalan tersebut.
Selain itu, pihak restoran mengaku turut dirugikan akibat kejadian tersebut karena berdampak pada kehilangan pelanggan dan reputasi usaha.
Manajemen mempersilakan TLC melaporkan kejadian itu kepada aparat penegak hukum apabila merasa dirugikan.
“Apabila merasa dirugikan atas kejadian yang dialami, silakan menghubungi pihak yang berwajib. Menurut kami, akan lebih baik jika persoalan ini diselesaikan di sana,” demikian pernyataan pihak RM Pagi Sore BSD.
Redaksi masih mencoba melakukan penelusuran lebih lanjut, terutama untuk memastikan pihak yang menguasai nomor WhatsApp, aliran dana transaksi, serta penyebab terjadinya dua kali pendebitan rekening konsumen.











