Scroll untuk baca artikel
Jakarta

H. Ilham Panggestu Sampaikan Duka atas Korban Kericuhan Maulid di Pidie

Admin
×

H. Ilham Panggestu Sampaikan Duka atas Korban Kericuhan Maulid di Pidie

Sebarkan artikel ini
H. Ilham Panggestu Sampaikan Duka atas Korban Kericuhan Maulid di Pidie
Anggota DPR RI asal Aceh, H. Ilham Panggestu

MITRAPOL.com, Jakarta – Anggota DPR RI asal Aceh, H. Ilham Panggestu, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya seorang warga dalam insiden kericuhan saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Pulo Kenari, Kecamatan Tiro/Truseb, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu (4/11/2026).

Ilham juga meminta kepada seluruh pihak untuk menahan diri dan mendorong penanganan peristiwa tersebut dilakukan secara transparan, objektif, serta sesuai ketentuan hukum.

Selain menyebabkan seorang warga Gampong Dayah Baro, Kecamatan Tiro bernama Abzalul Rizal (20) meninggal dunia, peristiwa yang terjadi di tengah kegiatan keagamaan tersebut turut menyebabkan sejumlah warga mengalami luka-luka.

Berdasarkan keterangan dari Direktur RSU Tgk. Abdullah Syafi’i, dr. Kamaruzzaman, pihak Rumah Sakit menerima 10 orang setelah insiden, Satu orang dinyatakan meninggal dunia, sedangkan sembilan lainnya mendapatkan penanganan medis.

Insiden tersebut dilaporkan bermula dari ketegangan terkait penertiban dan penurunan Bendera Bulan Bintang yang dikibarkan di lokasi perayaan Maulid, perselisihan kemudian berkembang menjadi kericuhan antara warga dan aparat keamanan.

Menanggapi peristiwa tersebut, Ilham menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas dan persoalan yang terjadi perlu diselesaikan melalui dialog serta pendekatan kemanusiaan.

“Atas nama pribadi dan anggota DPR RI asal Aceh, saya menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia dalam peristiwa di Pidie. Kita tentu sangat berduka. Tidak ada keluarga yang ingin kehilangan orang yang dicintainya, terlebih dalam suasana yang seharusnya dipenuhi kebersamaan dan nilai-nilai keagamaan,” ujar Ilham di Senayan, Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Ia berharap peristiwa tersebut tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas dan meminta semua pihak mengedepankan ketenangan.

“Yang paling utama adalah keselamatan rakyat. Kita tidak ingin ada lagi masyarakat yang terluka, apalagi kehilangan nyawa. Saya berharap seluruh pihak dapat menahan diri, mengedepankan dialog, dan tidak membiarkan persoalan ini berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” katanya.

Ilham menilai, peristiwa di Gampong Pulo Kenari tidak boleh berhenti pada kabar duka dan berbagai informasi yang beredar di masyarakat. Menurutnya, publik berhak mendapatkan penjelasan yang jelas mengenai kronologi kejadian, penyebab jatuhnya korban jiwa, serta kemungkinan adanya pelanggaran hukum.

Ia meminta penanganan dilakukan secara objektif dan transparan agar seluruh fakta dapat terungkap serta kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara tetap terjaga.

“Persoalan apa pun hendaknya diselesaikan dengan kepala dingin. Kita harus menjaga Aceh agar tetap damai. Jangan sampai perbedaan pandangan justru mengorbankan nyawa dan merusak persaudaraan di antara sesama masyarakat Aceh,” ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono yang diberitakan pada Kamis (5/11/2026), insiden tersebut mengakibatkan 14 warga menjadi korban, terdiri atas satu orang meninggal dunia dan 13 orang luka-luka dan TNI AD juga menyebut enam personelnya mengalami luka-luka.

TNI AD menyampaikan bahwa sebelum penertiban bendera dilakukan, aparat telah menempuh komunikasi dan mediasi dengan panitia. Dalam keterangannya, TNI AD menyebut personel melakukan tindakan pengamanan secara bertahap setelah situasi meningkat.

Perbedaan keterangan mengenai jumlah korban dan kronologi kejadian tersebut menjadi alasan penting bagi pihak berwenang untuk memberikan penjelasan secara menyeluruh kepada masyarakat.

Ilham berharap proses penanganan dapat memberikan kejelasan dan keadilan bagi seluruh pihak yang terdampak.

Ia juga menyampaikan doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.

Menurutnya, menjaga kedamaian Aceh dan menghormati setiap nyawa manusia harus menjadi tanggung jawab bersama.