MITRAPOL.com | Pesawaran – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Pesawaran berkolaborasi dengan Dinas P3AP2KB menggelar Pelayanan Keluarga Berencana (KB) melalui Tim KB Keliling (TKBK) sebagai langkah nyata dalam upaya pencegahan stunting di wilayah tersebut.
Kegiatan pelayanan KB keliling ini dilaksanakan secara berkala dan menyasar berbagai kecamatan di Pesawaran, dengan target utama Pasangan Usia Subur (PUS).
Rangkaian kegiatan telah dilaksanakan di beberapa wilayah, di antaranya di Kecamatan Way Lima yang dipusatkan di Pustu Sidodadi Paguyuban pada 4 Februari 2026, kemudian di Kecamatan Kedondong di Puskesmas Kedondong pada 5 Februari 2026, serta di Kecamatan Negeri Katon yang digelar di Puskesmas Kalirejo pada 6 Februari 2026.
Dalam kegiatan tersebut, TP PKK Pesawaran memberikan pelayanan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), seperti pemasangan implan dan alat kontrasepsi dalam rahim (IUD).
Selain pelayanan medis, para peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya perencanaan keluarga dan penggunaan alat kontrasepsi sebagai langkah strategis dalam mencegah stunting sejak dini.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemberian vitamin A dalam rangka Bulan Vitamin A Februari, sebagai upaya meningkatkan status gizi serta kesehatan ibu dan anak.
Ketua TP PKK Pesawaran Cindy Aria Anton mengatakan bahwa program pelayanan KB keliling merupakan bentuk komitmen TP PKK dalam mendukung program pemerintah daerah untuk menekan angka stunting.
Menurutnya, perencanaan keluarga yang baik serta kesehatan reproduksi menjadi fondasi penting dalam mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.
“Melalui pelayanan KB dan edukasi yang berkelanjutan, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pengaturan kelahiran dan kesehatan keluarga sebagai upaya nyata mencegah stunting,” ujarnya.
Ke depan, program serupa direncanakan kembali dilaksanakan pada April dan Oktober 2026 dengan cakupan wilayah yang lebih luas. Selain itu, TP PKK Pesawaran juga menjadwalkan kegiatan sosialisasi tentang keluarga berkualitas dan kesehatan reproduksi pada 11–13 Februari 2026 guna memperkuat edukasi masyarakat terkait pencegahan stunting.












