MITRAPOL.com, Bandung – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan penanganan retakan pada Jalan Tol Cisumdawu KM 207+350 Jalur A (arah Dawuan) telah dilakukan secara cepat. Kondisi lalu lintas di ruas tersebut dipastikan tetap aman dan terkendali dengan pengaturan terbatas.
Berdasarkan hasil pemantauan pada Jumat (27/3/2026), retakan teridentifikasi sepanjang kurang lebih 100 meter dengan pola menyerupai mahkota dan mendekati batas lajur ke-2. Kondisi ini terus dipantau secara intensif guna memastikan keselamatan pengguna jalan.
Sebagai langkah penanganan awal, petugas telah memasang rambu peringatan di sekitar lokasi, memberlakukan pengaturan lalu lintas menjadi satu lajur, serta membatasi kecepatan kendaraan. Selain itu, dilakukan penanganan teknis berupa pengisian retakan menggunakan material beton dan penutupan area dengan terpal untuk mencegah masuknya air.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama dalam penanganan kondisi tersebut.
“Konektivitas harus tetap terjaga, namun yang paling utama adalah keselamatan pengguna jalan. Penanganan dilakukan secara cepat dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ujar Dody.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Wilan Oktavian, menyampaikan bahwa ruas tol masih dapat dilalui dengan pengaturan lajur terbatas.
“Dari sisi keselamatan, ruas tol masih dapat dilalui dengan pengaturan lalu lintas terbatas, dan seluruh langkah penanganan dilakukan secara hati-hati,” katanya.
Untuk penanganan permanen, Kementerian PU bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) tengah melakukan kajian teknis komprehensif. Kajian tersebut meliputi pengukuran topografi, penyelidikan tanah, pemasangan serta pembacaan alat inklinometer, hingga analisis geoteknik.
Saat ini, tiga unit alat pemantau pergerakan tanah (inklinometer) telah dipasang di lokasi. Hasil awal menunjukkan adanya indikasi pergerakan tanah yang menjadi dasar penentuan metode penanganan lanjutan.
Adapun solusi permanen yang direncanakan adalah perkuatan struktur menggunakan metode bore pile dengan panjang penanganan sekitar 100 meter. Desain teknis ditargetkan rampung pada akhir April 2026.
Selain itu, Kementerian PU juga menyiapkan langkah mitigasi jika kondisi berkembang, termasuk kemungkinan penerapan rekayasa lalu lintas berupa contra flow di Jalur B (arah Bandung) yang akan dikoordinasikan dengan pihak Kepolisian.
Kementerian PU mengimbau pengguna jalan tol untuk tetap tenang, mematuhi rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan dan informasi resmi dari pemerintah.












