MITRAPOL.com, Medan – Komunitas Siaga Bencana (KOGANA) Sumatera Utara resmi melantik jajaran direksi periode 2026–2029 bertepatan dengan momentum Hari Buruh Internasional (May Day), Jumat (1/5/2026). Pelantikan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat profesionalisme relawan kebencanaan di tengah tantangan bencana yang semakin kompleks.
Prosesi pelantikan dilakukan oleh jajaran pembina sebagai bentuk konsolidasi organisasi sekaligus penguatan kapasitas kelembagaan. Direksi yang dilantik dipimpin oleh Direktur Eksekutif Dr. Ir. Herri Trisna Frianto, yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Yanuardin dan Ariza Putra Kelana.
Struktur organisasi turut diperkuat dengan kehadiran pengawas, yakni Prof. Shahrul Humaidi dan Fandi Ahmad, serta jajaran deputi, di antaranya Renny Waty Lubis sebagai Deputy Bidang Kesehatan dan Sosial serta Abdul Rasyid Aulia Rahman sebagai Deputy Bidang Media.
Dalam sambutannya, perwakilan direksi menegaskan arah kebijakan KOGANA ke depan yang berfokus pada peningkatan kapasitas relawan melalui sertifikasi profesi. Program tersebut akan dijalankan melalui kerja sama dengan sejumlah lembaga pendidikan dan pelatihan, termasuk perguruan tinggi dan balai vokasi.
Selain itu, KOGANA juga akan mengembangkan sistem peringatan dini (early warning system) berbasis kolaborasi akademisi, serta mendorong pembentukan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) kebencanaan di berbagai kampus sebagai basis relawan terlatih.
Upaya ini sejalan dengan kebutuhan penguatan mitigasi bencana berbasis masyarakat serta peningkatan kesiapsiagaan dalam penanganan darurat. Relawan yang terlibat nantinya akan dibekali pelatihan intensif, termasuk kerja sama dengan institusi pelatihan militer dan vokasi.
Dari unsur pemerintah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara menyampaikan apresiasi atas kontribusi KOGANA yang telah berkiprah selama 18 tahun dalam bidang kebencanaan. BPBD berharap organisasi ini terus menjadi mitra strategis dalam upaya penanggulangan bencana di daerah.
Apresiasi serupa juga disampaikan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Sumut yang menilai langkah KOGANA sebagai inovasi progresif dalam memperkuat kapasitas relawan. Sementara itu, Basarnas menyatakan kesiapan untuk menjalin kerja sama lebih lanjut dalam mendukung operasi pencarian dan penyelamatan.
Founder sekaligus Ketua Pembina KOGANA, Benny Yudi Purnama, menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari penguatan visi organisasi ke depan.
“KOGANA diisi oleh berbagai latar belakang profesi yang solid. Ini menjadi kekuatan utama untuk mendorong organisasi lebih profesional dan berdampak luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Pelantikan berlangsung sederhana namun khidmat di kawasan Jalan Sena, Medan, ditandai dengan penyematan rompi keanggotaan dan pemotongan tumpeng sebagai simbol kebersamaan dan nilai kearifan lokal.
Sebagai organisasi sosial, KOGANA Sumatera Utara telah aktif dalam kegiatan edukasi, mitigasi, pelatihan, serta respons tanggap darurat berbasis masyarakat. Dengan kepengurusan baru, organisasi ini diharapkan semakin berperan dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana di wilayah Sumatera Utara.












