MITRAPOL.com, Pontianak – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Kalbar resmi menunjuk Edy Kusnadi sebagai calon Direktur Utama (Dirut) pada 11 Februari 2026. Penunjukan ini diharapkan memperkuat peran bank daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat.
Penetapan Edy Kusnadi sebagai calon Dirut menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola dan peningkatan kinerja Bank Kalbar, sekaligus mendukung program pemerintah dalam pengembangan ekonomi daerah.
Dalam keterangannya, Edy menyampaikan bahwa kondisi keuangan Bank Kalbar saat ini tergolong sehat. Hal itu tercermin dari rasio kredit bermasalah (NPL) yang rendah, efisiensi operasional yang baik, serta tingkat permodalan yang kuat.
Ia memaparkan, hingga 2025 Bank Kalbar mencatat total aset sebesar Rp27,68 triliun dengan aset produktif mencapai Rp26,75 triliun. Selain itu, laba bersih tahun berjalan tercatat sebesar Rp511 miliar.
“Capaian ini menunjukkan bahwa Bank Kalbar memiliki fundamental yang kuat untuk terus mendukung program pemerintah dalam meningkatkan ekonomi daerah,” ujarnya.
Dari sisi pembiayaan, Bank Kalbar juga mencatat penyaluran kredit sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebesar Rp2,93 triliun kepada lebih dari 19 ribu debitur per 31 Maret 2026. Namun, porsi kredit UMKM tersebut masih sekitar 16,40 persen dari total kredit, sehingga dinilai masih memiliki ruang untuk ditingkatkan.
Edy menegaskan, peningkatan pembiayaan UMKM tetap akan diimbangi dengan penerapan manajemen risiko yang terintegrasi, penguatan fungsi kepatuhan, serta audit berkala sesuai prinsip three lines of defense.
Selain itu, ia juga berkomitmen membangun struktur bisnis yang seimbang antara segmen wholesale dan retail banking, meningkatkan pendapatan berbasis komisi (fee-based income), serta mendorong efisiensi melalui transformasi digital.
“Struktur bisnis yang seimbang akan meningkatkan ketahanan Bank Kalbar terhadap tekanan ekonomi dan persaingan industri,” katanya.
Edy Kusnadi bukan sosok baru di internal Bank Kalbar. Ia memulai karier sebagai staf junior akuntansi di Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, dan telah mengabdi selama sekitar 17 tahun dengan berbagai pengalaman di sejumlah cabang, termasuk penugasan di Jakarta sebagai Wakil Pemimpin Cabang.
Para pemegang saham menilai Edy memiliki kapasitas dan pengalaman untuk membawa Bank Kalbar menjadi bank pembangunan daerah yang sehat, tangguh, dan berdaya saing nasional, melalui penguatan tata kelola, manajemen risiko, serta transformasi digital yang berkelanjutan.
Ke depan, Bank Kalbar diharapkan mampu berperan sebagai motor penggerak ekonomi lokal yang inklusif sekaligus mitra strategis Otoritas Jasa Keuangan dalam menjaga stabilitas sistem keuangan daerah.












