Nusantara

Potensi Wisata Aceh Besar, Tapi Infrastruktur dan Pengelolaan Dinilai Masih Jadi Tantangan

Admin
×

Potensi Wisata Aceh Besar, Tapi Infrastruktur dan Pengelolaan Dinilai Masih Jadi Tantangan

Sebarkan artikel ini
Potensi Wisata Aceh Besar
Rafly Kande

MITRAPOL.com, Aceh – Potensi pariwisata Aceh dinilai sangat besar dari sisi kekayaan alam dan budaya. Namun, sejumlah tantangan seperti infrastruktur, kelembagaan, hingga penguatan branding masih menjadi pekerjaan rumah untuk mendorong sektor ini berkembang secara optimal dan berkelanjutan.

Pandangan tersebut disampaikan oleh Rafly Kande dalam tulisannya mengenai pengembangan wisata berbasis potensi lokal di Aceh. Selasa (5/5/2026).

Menurutnya, Aceh memiliki keunggulan geografis yang lengkap, mulai dari kawasan dataran tinggi seperti wilayah Gayo dengan Danau Laut Tawar, garis pantai yang panjang, hingga destinasi unggulan seperti Pulau Weh dan kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Leuser.

Selain itu, Aceh juga memiliki potensi wisata edukasi berbasis sejarah, termasuk jejak Tsunami Samudra Hindia 2004 yang dapat dikembangkan secara bijak sebagai bagian dari pembelajaran kebencanaan.

“Jika dilihat dari kekayaan bentang alam dan keunikan geografis, Aceh memiliki nilai yang sangat tinggi sebagai destinasi wisata,” tulis Rafly.

Lebih jauh, menurut Rafly, sektor pariwisata Aceh dinilai memiliki peluang besar karena didukung berbagai sektor lain, seperti komoditas Kopi Gayo, hasil pertanian dataran tinggi, budaya lokal, hingga sejarah peradaban Islam yang kuat.

Namun demikian, tantangan utama masih terletak pada kesiapan infrastruktur. Sejumlah destinasi wisata disebut masih menghadapi keterbatasan akses jalan, transportasi, fasilitas dasar, hingga konektivitas antarwilayah.

Selain itu, aspek kelembagaan juga dinilai belum optimal. Pengelolaan destinasi wisata di Aceh masih banyak bergantung pada inisiatif komunitas atau proyek jangka pendek, sehingga belum sepenuhnya terbangun sistem bisnis pariwisata yang berkelanjutan.

Di sisi lain, Aceh juga dinilai perlu memperkuat branding pariwisata agar memiliki posisi yang jelas di tingkat nasional maupun internasional, sebagaimana daerah lain yang telah lebih dahulu dikenal dengan identitas wisatanya.

Secara keseluruhan, potensi wisata Aceh dinilai berada pada tingkat tinggi, namun kesiapan sistem pendukung masih berada pada level menengah. Kondisi ini membuat sektor pariwisata Aceh dinilai lebih cocok bagi investor dengan visi jangka panjang.

Meski demikian, peluang tetap terbuka lebar. Pengembangan wisata yang terintegrasi, didukung infrastruktur memadai dan pengelolaan profesional, dinilai dapat menjadi kunci dalam mendorong Aceh menjadi destinasi unggulan di Indonesia.