MITRAPOL.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pemulihan infrastruktur jalan dan jembatan yang terdampak bencana alam di Provinsi Sumatera Utara. Dari total 274 titik kerusakan pada koridor jalan nasional, sebanyak 99 lokasi prioritas ditargetkan selesai ditangani pada 2026, sementara sisanya akan diselesaikan secara bertahap hingga 2028.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pemulihan konektivitas menjadi faktor penting dalam mendukung percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana.
“Akses jalan dan jembatan merupakan kunci utama bagi distribusi logistik, layanan darurat, serta pemulihan ekonomi masyarakat. Karena itu, kami bekerja tanpa jeda untuk memastikan wilayah terdampak tidak terisolasi dan mobilitas masyarakat dapat kembali normal,” ujar Dody dalam keterangannya.
Penanganan infrastruktur dilakukan pada lima klaster utama jalan nasional dengan total panjang ruas mencapai sekitar 500 kilometer. Tahap tanggap darurat telah dilaksanakan sejak November 2025 dan selesai pada Januari 2026. Saat ini, pekerjaan memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi permanen.
Secara keseluruhan, progres penanganan pascabencana telah mencapai 18,31 persen atau sebanyak 45 lokasi yang tengah ditangani secara permanen.
Pada Klaster 1 yang mencakup ruas Tarutung–Sipirok–Padang Sidempuan sepanjang 105,55 kilometer, terdapat 52 titik terdampak bencana. Sebanyak 22 titik menjadi prioritas penanganan tahun ini dengan progres pekerjaan mencapai 14,10 persen.
Klaster 2 meliputi ruas Batas Aceh–Sibolga dan Rampa–Poriaha sepanjang 131,19 kilometer dengan total 69 titik terdampak. Tahun 2026, sebanyak 33 lokasi menjadi prioritas penanganan. Saat ini konstruksi berlangsung di 14 lokasi dengan progres mencapai 21,50 persen.
Sementara itu, Klaster 3 pada ruas Tarutung–Sibolga sepanjang 60,40 kilometer mencatat 70 titik terdampak. Dari jumlah tersebut, 20 titik ditargetkan ditangani tahun ini. Sebanyak 10 lokasi telah memasuki tahap konstruksi dengan progres 14,43 persen.
Pada Klaster 4, ruas Batangtoru–Singkuang sepanjang 117 kilometer mengalami kerusakan di 60 titik. Sebanyak 21 lokasi menjadi prioritas penanganan tahun 2026 dengan progres pekerjaan mencapai 18,91 persen.
Adapun Klaster 5 yang meliputi ruas Sibolga–Batangtoru–Padang Sidempuan sepanjang 89 kilometer memiliki 23 titik terdampak. Tahun ini, tiga lokasi menjadi fokus penanganan dan dua di antaranya telah memasuki tahap konstruksi dengan progres mencapai 22,73 persen.
Kementerian PU memastikan seluruh koridor utama jalan nasional yang terdampak kini telah kembali terhubung. Meski demikian, penyempurnaan infrastruktur dan pemeliharaan jalur sementara (detour) masih terus dilakukan untuk menjamin keselamatan pengguna jalan.
Dalam mendukung percepatan pemulihan, Kementerian PU mengerahkan berbagai alat berat, antara lain excavator, loader, backhoe loader, vibro roller, bulldozer, motor grader, dump truck, bore pile machine, asphalt finisher, asphalt mixing plant, serta batching plant.
Kementerian PU menegaskan akan terus melakukan pemantauan dan percepatan penanganan hingga seluruh jaringan jalan dan jembatan di Sumatera Utara kembali berfungsi optimal, aman, dan mampu mendukung aktivitas ekonomi maupun mobilitas masyarakat secara berkelanjutan.












