Nusantara

Kelompok Tani Sri Rukun Blora Terapkan Pengelolaan Hama Terpadu, Produk-tivitas Padi Ditargetkan Meningkat

Admin
×

Kelompok Tani Sri Rukun Blora Terapkan Pengelolaan Hama Terpadu, Produk-tivitas Padi Ditargetkan Meningkat

Sebarkan artikel ini
Kelompok Tani Sri Rukun Blora Terapkan Pengelolaan Hama Terpadu
Program Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) pada budidaya padi sawah musim tanam 2026

MITRAPOL.com | Blora – Kelompok Tani Sri Rukun, Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, menerapkan program Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) pada budidaya padi sawah musim tanam 2026 sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian, menekan biaya produksi, serta menjaga kelestarian lingkungan.

Kegiatan yang berlangsung di balai desa dan lahan persawahan warga pada Selasa (30/6/2026) tersebut melibatkan penyuluh pertanian, pemerintah desa, dan pemerintah kecamatan dalam memberikan edukasi kepada para petani mengenai teknik pengendalian hama yang efektif dan ramah lingkungan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Penyuluh Utama Pertanian (PUPT) Kabupaten Blora Tri Puji Budi Isnawati, PUPT Kecamatan Kedungtuban Anis Purwanto, para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) wilayah Sidorejo, Kepala Desa Sidorejo Heri Agung, serta Camat Kedungtuban Prih Hartanto.

Dalam pemaparannya, Tri Puji Budi Isnawati menjelaskan bahwa Pengelolaan Hama Terpadu merupakan pendekatan pengendalian organisme pengganggu tanaman yang mengutamakan pengamatan rutin, pemanfaatan musuh alami, penerapan teknik budidaya yang tepat, serta penggunaan pestisida secara bijaksana sesuai kebutuhan.

“Pengelolaan Hama Terpadu bukan berarti melarang penggunaan pestisida, tetapi menggunakannya secara tepat dan tidak berlebihan. Tujuannya agar keseimbangan lingkungan tetap terjaga, musuh alami hama tetap berkembang, dan biaya produksi petani menjadi lebih efisien,” jelasnya.

Menurutnya, penerapan PHT tidak hanya mampu mengurangi risiko serangan hama, tetapi juga mendukung pertanian berkelanjutan melalui penggunaan teknologi budidaya yang lebih ramah lingkungan.

Penyuluh Pertanian Kecamatan Kedungtuban, Anis Purwanto, menambahkan bahwa metode Pengelolaan Hama Terpadu telah terbukti efektif diterapkan di sejumlah wilayah pertanian.

Melalui kegiatan tersebut, petani diberikan pemahaman mengenai cara mengenali gejala serangan hama sejak dini, menentukan ambang batas pengendalian, serta memanfaatkan tanaman refugia dan teknik budidaya yang dapat menekan perkembangan organisme pengganggu tanaman.

“Semakin cepat petani mengenali gejala serangan hama, semakin efektif langkah pengendalian yang dapat dilakukan sehingga kerugian produksi dapat diminimalkan,” ujarnya.

Kepala Desa Sidorejo, Heri Agung, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut dan menegaskan komitmen pemerintah desa untuk terus mendukung peningkatan kapasitas petani.

Menurutnya, peningkatan produktivitas sektor pertanian akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Pemerintah desa akan terus memfasilitasi kegiatan pembinaan seperti ini agar petani memperoleh pengetahuan dan teknologi terbaru dalam budidaya padi,” katanya.

Senada dengan itu, Camat Kedungtuban Prih Hartanto berharap Kelompok Tani Sri Rukun dapat menjadi percontohan bagi kelompok tani lainnya dalam menerapkan sistem Pengelolaan Hama Terpadu.

Ia optimistis penerapan PHT secara konsisten akan meningkatkan produktivitas padi sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kecamatan Kedungtuban.

Sebagai bagian dari pembelajaran, kegiatan diakhiri dengan praktik langsung pengamatan hama dan penyakit tanaman di areal persawahan milik warga yang dipandu para penyuluh pertanian.

Melalui kegiatan tersebut, para petani diharapkan mampu menerapkan teknik Pengelolaan Hama Terpadu secara mandiri serta menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh kepada anggota kelompok tani lainnya.

Penerapan PHT menjadi salah satu strategi penting dalam mendukung pening-katan hasil panen padi yang lebih berkualitas, efisien, dan berkelanjutan, sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Blora.