Nasional

Bendungan Sidan Layani Irigasi 9.598 Hektare di Bali, Kementerian PU Perkuat Swasembada Pangan dan Ketahanan Air

Admin
×

Bendungan Sidan Layani Irigasi 9.598 Hektare di Bali, Kementerian PU Perkuat Swasembada Pangan dan Ketahanan Air

Sebarkan artikel ini
Bendungan Sidan Layani Irigasi 9.598 Hektare di Bali
Bendungan Sidan di Provinsi Bali mulai memberikan manfaat bagi sektor pertanian dengan mendukung layanan irigasi seluas 9.598 hektare. Infrastruktur yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (10/7/2026)

MITRAPOL.com | Jakarta – Bendungan Sidan di Provinsi Bali mulai memberikan manfaat bagi sektor pertanian dengan mendukung layanan irigasi seluas 9.598 hektare. Infrastruktur yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (10/7/2026) tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan air sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air menyatakan Bendungan Sidan tidak hanya berfungsi sebagai penyedia air irigasi, tetapi juga mendukung penyediaan air baku, pengendalian banjir, serta pengembangan energi baru terbarukan.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan keberadaan bendungan akan memberikan manfaat optimal apabila air yang ditampung dapat disalurkan hingga ke lahan pertanian dan dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat.

“Swasembada pangan, swasembada energi, dan swasembada air memerlukan tata kelola air yang tertib, berkelanjutan, dan benar-benar sampai kepada rakyat. Bendungan adalah hulu dari pelayanan itu,” ujar Dody.

Perkuat Sistem Irigasi dan Produktivitas Pertanian

Bendungan Sidan melayani dua daerah irigasi utama di Bali, yakni Daerah Irigasi (DI) Mambal seluas 5.963 hektare dan DI Kedewatan seluas 3.635 hektare, sehingga total layanan irigasi mencapai 9.598 hektare.

Keberadaan bendungan ini juga memperkuat sistem irigasi yang menopang sektor pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan sistem Subak, warisan budaya dunia yang menjadi ciri khas pengelolaan irigasi di Bali.

Dengan pasokan air yang lebih stabil, petani diharapkan memiliki kepastian dalam mengatur pola tanam, meningkatkan intensitas tanam, serta mengurangi risiko gagal panen akibat kekurangan air.

Kementerian PU mencatat, keberadaan Bendungan Sidan diproyeksikan mampu meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari 265 persen menjadi 271 persen.

Dukung Air Baku hingga Pengendalian Banjir

Bendungan Sidan memiliki kapasitas tampung sekitar 5,76 juta meter kubik dengan luas genangan 39,37 hektare. Air yang ditampung pada musim hujan akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan saat musim kemarau.

Selain mendukung sektor pertanian, bendungan ini juga menyediakan air baku sebesar 1.750 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Denpasar, Kabupaten Badung, dan Kabupaten Gianyar, termasuk mendukung kawasan pariwisata di Bali.

Infrastruktur tersebut juga diproyeksikan mampu mengurangi potensi banjir pada kawasan seluas 108 hektare.

Berpotensi Hasilkan Energi Terbarukan

Selain fungsi irigasi dan penyediaan air baku, Bendungan Sidan memiliki potensi menghasilkan energi melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) berkapasitas 0,65 megawatt (MW) serta Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung berkapasitas 7,43 MW.

Bendungan ini juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis infrastruktur dan lingkungan.

Secara administratif, Bendungan Sidan berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ayung dan mencakup wilayah Desa Sidan (Kabupaten Badung), Desa Buahan Kaja (Kabupaten Gianyar), serta Desa Bunutin, Mengani, dan Langgahan di Kabupaten Bangli.

Pembangunan Bendungan Sidan dimulai pada Oktober 2018 dan selesai pada 2024.

Kementerian PU menyatakan akan terus mengoptimalkan pengelolaan bendungan beserta jaringan irigasinya agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat, terutama dalam meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan air, dan mendukung swasembada pangan secara berkelanjutan.