MITRAPOL.com | Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di berbagai daerah sebagai langkah menghadapi musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino. Program tersebut bertujuan menjaga ketersediaan air irigasi bagi lahan pertanian sekaligus menciptakan lapangan kerja melalui skema padat karya.
Berdasarkan data Kementerian PU per 14 Juli 2026, pelaksanaan P3TGAI secara nasional telah mencapai progres fisik sebesar 13,08 persen. Program ini juga telah menyerap 26.602 tenaga kerja, setara 159.640 Hari Orang Kerja (HOK).
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, keberadaan jaringan irigasi yang andal menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman musim kemarau.
“Program ini merupakan instrumen penting agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat. Melalui pola padat karya, warga setempat dilibatkan dalam pembangunan sehingga mampu membuka lapangan kerja, mengurangi pengangguran, sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat,” ujar Dody.
Pada Tahun Anggaran 2026, Kementerian PU menargetkan pelaksanaan P3TGAI di 12.000 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia dengan total anggaran sebesar Rp2,64 triliun.
Melalui program tersebut, pemerintah menargetkan penyerapan 180.000 tenaga kerja atau setara 8,1 juta Hari Orang Kerja (HOK). Seluruh kegiatan dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Balai Wilayah Sungai (BWS) di bawah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.
Salah satu daerah dengan capaian tertinggi adalah Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Palu. Hingga 14 Juli 2026, dari target pelaksanaan di 31 lokasi, progres fisik telah mencapai 55,81 persen.
Penyerapan tenaga kerja di wilayah tersebut bahkan mencapai 576 orang atau setara 9.210 HOK, melampaui target awal sebanyak 465 tenaga kerja. Capaian ini menunjukkan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur irigasi dapat berjalan seiring dengan penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Program P3TGAI sendiri merupakan kegiatan rehabilitasi, peningkatan, dan pembangunan jaringan irigasi tersier yang dilaksanakan secara swakelola oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan P3A (GP3A), maupun Induk P3A (IP3A).
Melalui pola tersebut, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan sebagai pelaksana pembangunan. Pendekatan ini dinilai mampu menghasilkan infrastruktur yang lebih sesuai dengan kebutuhan di lapangan sekaligus meningkatkan rasa memiliki terhadap jaringan irigasi yang dibangun.
Pekerjaan P3TGAI meliputi peningkatan saluran irigasi tersier dari saluran tanah menjadi saluran pasangan batu (lining). Seluruh pekerjaan dikerjakan oleh petani dan masyarakat setempat melalui sistem upah harian maupun mingguan.
Selain meningkatkan kualitas jaringan irigasi, program tersebut juga memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat desa serta mendorong perputaran ekonomi lokal.
Kementerian PU menilai keberadaan jaringan irigasi yang berfungsi optimal menjadi sangat penting selama musim kemarau. Distribusi air yang lebih baik diharapkan mampu menjaga produktivitas pertanian, meningkatkan intensitas tanam, serta mendukung upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional.












