Jakarta

Diskusi FWK Soroti Komunikasi Publik Pemerintah, Imbau Presiden Bangun Optimisme di Tengah Tantangan Ekonomi

Admin
×

Diskusi FWK Soroti Komunikasi Publik Pemerintah, Imbau Presiden Bangun Optimisme di Tengah Tantangan Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Diskusi FWK Soroti Komunikasi Publik Pemerintah, Imbau Presiden Bangun Optimisme di Tengah Tantangan Ekonomi
Diskusi rutin Forum Wartawan Kebangsaan (FWK), Rabu (22/7/2026)

MITRAPOL.com | Jakarta – Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) menggelar diskusi rutin di Jakarta, Rabu (22/7/2026), yang membahas berbagai isu kebangsaan, mulai dari komunikasi publik pemerintah, dinamika kebijakan nasional, hingga kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Salah satu pokok pembahasan dalam forum tersebut adalah pentingnya penyampaian komunikasi publik yang dinilai mampu membangun optimisme masyarakat di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa.

Diskusi dibuka oleh Sekretaris FWK Dr. Budi Nugraha dan dihadiri sejumlah anggota FWK yang terdiri atas pimpinan redaksi media serta wartawan senior.

Dalam kesempatan itu, salah satu pendiri FWK, Hendry Ch Bangun, menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya narasi yang memberikan harapan dan semangat kepada masyarakat.

“Kita berharap Presiden dapat terus menyampaikan pesan-pesan yang membangun optimisme, semangat kebangsaan, dan rasa percaya diri masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada,” ujar Hendry.

Menurut Hendry, komunikasi publik pejabat negara memiliki pengaruh besar terhadap persepsi masyarakat. Karena itu, ia menilai setiap pernyataan yang disampaikan kepada publik perlu mempertimbangkan kondisi sosial dan ekonomi yang sedang berkembang.

Ia juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap semakin luasnya perbincangan masyarakat mengenai berbagai kebijakan pemerintah di ruang publik, baik melalui media maupun media sosial.

Dalam diskusi tersebut, Hendry menilai komunikasi publik pemerintah perlu lebih selaras antara kebijakan, data, dan implementasi di lapangan agar tidak menimbulkan persepsi yang berbeda di tengah masyarakat.

Ia mencontohkan sejumlah pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya memunculkan beragam tanggapan dari publik, di antaranya mengenai kondisi ekonomi nasional, investasi, serta berbagai kebijakan strategis pemerintah.

Menurut Hendry, perbedaan penafsiran terhadap pernyataan pejabat negara merupakan hal yang wajar dalam ruang demokrasi. Namun, komunikasi yang jelas dan konsisten dinilai dapat meminimalkan kesalahpahaman.

Koordinator Nasional FWK, Raja Parlindungan Pane, dalam forum yang sama turut menyoroti dinamika pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurutnya, pergantian pejabat dalam waktu yang relatif singkat menjadi perhatian publik dan dapat menjadi bahan evaluasi terhadap proses penempatan pejabat pada lembaga strategis pemerintah.

“Pergantian pejabat merupakan kewenangan pemerintah. Namun, masyarakat tentu berharap setiap proses dilakukan melalui perencanaan yang matang sehingga program-program strategis dapat berjalan secara optimal,” ujar Raja.

Ia menambahkan bahwa kesinambungan kepemimpinan dinilai penting untuk menjaga efektivitas pelaksanaan program nasional.

Sementara itu, anggota FWK M. Nasir menilai komunikasi pemerintah sebaiknya dibangun berdasarkan kondisi yang dapat dipertanggungjawabkan agar mampu meningkatkan kepercayaan publik.

“Dalam situasi ekonomi yang penuh tantangan, masyarakat membutuhkan informasi yang jelas, terukur, dan sesuai dengan kondisi di lapangan. Optimisme tetap penting, tetapi harus didukung oleh fakta sehingga masyarakat memahami arah kebijakan pemerintah,” kata M. Nasir.

Menurutnya, komunikasi yang transparan akan membantu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap berbagai program pemerintah.

Selain Hendry Ch Bangun, Raja Parlindungan Pane, dan M. Nasir, diskusi juga dihadiri sejumlah anggota FWK, di antaranya Yesayes Octavianus, Umi Sjarifah, Herwan Pebriansyah, Berman Nainggolan, L. Radja, A.R. Loebis, serta beberapa wartawan senior lainnya.

FWK menyatakan diskusi rutin tersebut merupakan forum bertukar gagasan mengenai berbagai isu kebangsaan sekaligus memberikan masukan konstruktif terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan demokrasi di Indonesia.