MITRAPOL.com | Dharmasraya – Sebanyak 75 pelatih dan pembina Peraturan Baris Berbaris (PBB) serta Paskibra dari sekolah dan kecamatan se-Kabupaten Dharmasraya mengikuti Training of Trainers (TOT) Pelatih dan Pembina PBB/Paskibra 2026 yang digelar di Universitas Dharmas Indonesia (UNDHARI), Minggu (26/7/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan UKM Paskibra UNDHARI bekerja sama dengan Pengurus Kabupaten Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Dharmasraya dan Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Dharmasraya ini bertujuan meningkatkan kompetensi pelatih agar mampu membentuk generasi muda yang disiplin, berkarakter, dan memiliki jiwa kepemimpinan.
Mengusung tema “Mewujudkan Pelatih dan Pembina PBB-Paskibra yang Profesional, Berkarakter, dan Adaptif dalam Membangun Generasi Berjiwa Kepemimpinan, Disiplin, dan Nasionalisme”, peserta mendapatkan materi teori sekaligus praktik kepelatihan sesuai standar nasional.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Dharmasraya yang diwakili Kabid Kesatuan Bangsa Marlisna, S.E., M.M. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pelatih PBB memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter generasi muda.
“Pelatih tidak hanya mengajarkan teknik baris-berbaris, tetapi juga menanamkan nilai-nilai Pancasila, disiplin, kepemimpinan, dan ketahanan mental di tengah tantangan era digital,” ujarnya.
Ketua Panitia Jannafry Putra mengatakan TOT dirancang untuk meningkatkan profesionalisme pelatih melalui materi kepemimpinan, pembentukan karakter, metode pelatihan, teknik PBB sesuai Peraturan Panglima TNI Nomor 58 Tahun 2018, hingga praktik formasi pasukan dan tata cara pengibaran Bendera Merah Putih.
Kegiatan menghadirkan narasumber dari unsur akademisi, TNI, Polri, dan Purna Paskibraka Indonesia, di antaranya Assoc. Prof. Dr. Amar Salahuddin, M.Pd., IPDA Donald Ratmin, S.H., PELDA Joko Sumarno, Monalisa, S.K.M., Carly Marlinton, S.Pd., serta Robby Febri Nando.
Ketua PPI Dharmasraya sekaligus Pembina UKM Paskibra UNDHARI, Assoc. Prof. Dr. Amar Salahuddin, M.Pd., mengatakan pelatih merupakan investasi sumber daya manusia yang berperan penting dalam mencetak generasi penerus bangsa.
“Melalui TOT ini kami ingin melahirkan pelatih yang tidak hanya menguasai teknik PBB, tetapi juga mampu menjadi pendidik, motivator, dan teladan bagi generasi muda yang berkarakter, disiplin, berintegritas, serta memiliki semangat nasionalisme,” katanya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, TNI, Polri, PPI, dan DPPI diharapkan mampu memperkuat sistem pembinaan Paskibra secara berkelanjutan di Kabupaten Dharmasraya.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu menerapkan metode pembinaan yang profesional sehingga dapat meningkatkan kualitas pembinaan PBB dan Paskibra di sekolah maupun kecamatan serta memperkuat karakter generasi muda.












