MITRAPOL.com | Rokan Hilir – Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir bersama TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, BMKG, Dinas Pemadam Kebakaran, dan sejumlah instansi terkait menggelar Apel Kesiapsiagaan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di Lapangan MTQ Bagansiapiapi, Kamis (6/8/2026).
Apel tersebut digelar sebagai langkah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, termasuk dampak fenomena El Nino.
Kegiatan dihadiri Wakil Bupati Rokan Hilir Jhony Charles, Kapolres Rokan Hilir AKBP Aldi Alfa Faroqi, Dandim 0321/Rohil Letkol Inf Diki Apriadi, Kajari Rokan Hilir Firdaus, Danyon B Satbrimob Polda Riau AKBP Efadhoni Lilik Pamungkas, Kepala BPBD Rokan Hilir, unsur Forkopimda, para Kapolsek jajaran, serta perwakilan instansi terkait.
Dalam apel tersebut dilakukan pengecekan kesiapan personel, peralatan, dan sarana pendukung penanggulangan Karhutla guna memastikan seluruh unsur siap bergerak apabila terjadi kebakaran.
Kapolres Rokan Hilir AKBP Aldi Alfa Faroqi menegaskan bahwa pengendalian Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu institusi, melainkan membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan.
“Penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Dibutuhkan sinergi antara TNI-Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, dunia usaha, dan masyarakat untuk bersama-sama melakukan pencegahan serta penanggulangan,” ujar AKBP Aldi Alfa Faroqi.
Menurutnya, langkah pencegahan akan terus diperkuat melalui patroli terpadu, deteksi dini, sosialisasi kepada masyarakat, serta respons cepat terhadap setiap potensi titik api.
Kapolres juga menegaskan bahwa kepolisian akan mengambil tindakan hukum terhadap pihak yang dengan sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan.
“Kami mengajak masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar dan tidak membuang puntung rokok sembarangan. Sebagian besar wilayah Rokan Hilir merupakan kawasan gambut yang sangat rentan terbakar. Pencegahan adalah langkah terbaik menghadapi Karhutla,” tegasnya.
Melalui apel kesiapsiagaan ini, seluruh unsur diharapkan semakin siap menghadapi musim kemarau sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, sehingga keamanan, keselamatan masyarakat, dan kelestarian lingkungan tetap terjaga.












