MITRAPOL.com | Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan pengoperasian Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) Seksi 1 dan Seksi 2 sepanjang 24 kilometer setelah seluruh pekerjaan konstruksi dinyatakan rampung.
Kehadiran ruas tol tersebut diharapkan memperkuat konektivitas kawasan Tapal Kuda, meningkatkan efisiensi distribusi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Provinsi Jawa Timur.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pembangunan jalan tol merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional.
“Pembangunan jalan tol tidak hanya menghadirkan infrastruktur transportasi, tetapi juga menjadi instrumen pemerataan pembangunan wilayah dan penguatan ekonomi daerah,” ujar Dody. Kamis (6/8/2026).
Secara keseluruhan, Jalan Tol Prosiwangi memiliki panjang 175,40 kilometer dan dikelola oleh PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Proyek ini terbagi menjadi tujuh seksi, mulai dari Suko hingga Ketapang, Banyuwangi.
Saat ini, Seksi 1 (Suko–Kraksaan) sepanjang 12,8 kilometer dan Seksi 2 (Kraksaan–Paiton) sepanjang 11,2 kilometer telah menyelesaikan seluruh pekerjaan konstruksi serta memperoleh Sertifikat Laik Operasi (SLO).
Sementara itu, Seksi 3 (Paiton–Besuki) masih menjalani proses Uji Laik Fungsi Operasi (ULFO) sebagai bagian dari tahapan sebelum dapat dioperasikan.
Meski dua seksi awal telah dinyatakan laik operasi, pengoperasiannya masih menunggu penyelesaian sejumlah rekomendasi hasil ULFO pada Simpang Susun Gending, yang menghubungkan Tol Pasuruan–Probolinggo (Paspro) dengan Tol Prosiwangi.
Pemeriksaan ULFO dilaksanakan pada 16–17 Juli 2026 untuk memastikan simpang susun beserta fasilitas pendukung memenuhi standar keselamatan, kelayakan fungsi, dan kesiapan operasional.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, Tim ULFO masih menemukan beberapa aspek teknis yang perlu disempurnakan oleh PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol selaku badan usaha pengelola ruas penghubung.
Perusahaan menyatakan akan segera menindaklanjuti seluruh rekomendasi tersebut sebagai syarat sebelum dilakukan evaluasi akhir menuju pengoperasian jalan tol.
Selain mempercepat mobilitas masyarakat, Tol Prosiwangi diproyeksikan membuka akses yang lebih luas menuju kawasan industri, pusat distribusi logistik, serta destinasi wisata unggulan di Kabupaten Banyuwangi dan wilayah Tapal Kuda.
Pembangunan ruas tol ini juga menjadi bagian dari transformasi PU608, yang diarahkan untuk meningkatkan efisiensi ekonomi nasional, memperkuat daya saing, serta mendukung target pertumbuhan ekonomi melalui pemerataan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah.












