MITRAPOL.com, Gorontalo — Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Gorontalo menjadi narasumber dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) 2026, Selasa (11/8/2026).
Dalam kegiatan yang berlangsung di Kampus I UNG, Kota Gorontalo, Dirreskrimsus Polda Gorontalo Dr. Maruly Pardede, S.H., S.I.K., M.H., mewakili Kapolda Gorontalo Irjen Pol Drs. Widodo, S.H., M.H., menyampaikan materi bertajuk “Strategi Pencegahan Paham Radikal di Lingkungan Perguruan Tinggi.”
Materi tersebut ditujukan untuk membangun kesadaran kebangsaan mahasiswa baru sekaligus mendorong mereka lebih kritis terhadap berbagai informasi dan ideologi yang beredar di lingkungan kampus maupun media digital.
Maruly menekankan mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kaum intelektual dan agen perubahan. Karena itu, mahasiswa dinilai perlu berperan aktif menjaga toleransi serta mencegah penyebaran paham intoleran yang bertentangan dengan nilai Pancasila.
“Mahasiswa harus aktif dalam organisasi kemahasiswaan yang positif, memperkuat diskusi ilmiah, serta menjadi contoh dalam menjaga kerukunan antarumat beragama dan antarsuku. Jangan mudah terprovokasi dan jangan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya di media sosial,” ujar Maruly.
Menurutnya, literasi digital juga menjadi bagian penting dalam mencegah mahasiswa terpapar propaganda atau informasi yang dapat memicu intoleransi dan konflik.
Dalam pemaparannya, Maruly mengingatkan bahwa penyebaran paham ekstrem dapat memanfaatkan berbagai ruang, termasuk lingkungan pendidikan dan platform digital. Karena itu, mahasiswa diminta tidak mudah menerima maupun menyebarluaskan informasi tanpa melakukan verifikasi.
Ia juga mengajak mahasiswa baru menjadikan kampus sebagai ruang untuk memperkuat toleransi, dialog ilmiah, persatuan, dan kecintaan terhadap bangsa.
“Jangan sampai kampus menjadi tempat berkembangnya paham yang bertentangan dengan Pancasila. Mari bersama-sama kita jaga kampus ini dengan mempererat toleransi, cinta tanah air, dan literasi digital agar tidak mudah terpapar propaganda negatif di dunia maya,” katanya.
Kegiatan PKKMB berlangsung dengan sesi pemaparan materi dan diskusi interaktif. Mahasiswa baru terlihat antusias mengikuti sesi tanya jawab, khususnya ketika membahas isu kebangsaan dan tantangan di ruang digital.
Polda Gorontalo berharap pembekalan tersebut dapat mendorong mahasiswa UNG menjadi generasi yang kritis, toleran, dan mampu menjaga persatuan serta menciptakan lingkungan kampus yang aman dan kondusif.












