Scroll untuk baca artikel
Nasional

Kementerian PU Normalisasi Saluran Tambun, Irigasi 875 Hektare Sawah Karawang Kembali Dioptimalkan

Admin
×

Kementerian PU Normalisasi Saluran Tambun, Irigasi 875 Hektare Sawah Karawang Kembali Dioptimalkan

Sebarkan artikel ini
Kementerian PU Normalisasi Saluran Tambun
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum melakukan normalisasi Saluran Sekunder (SS) Tambun di Desa Karyamakmur, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

MITRAPOL.com, Karawang – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum melakukan normalisasi Saluran Sekunder (SS) Tambun di Desa Karyamakmur, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Pekerjaan tersebut ditujukan untuk memperlancar distribusi air irigasi ke lahan pertanian seluas 875,68 hektare di tengah kondisi kekeringan.

Normalisasi saluran dimulai pada 28 Agustus 2026 dan ditargetkan rampung pada 15 Oktober 2026. Pekerjaan dengan durasi 49 hari tersebut masih berlangsung di lapangan.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan optimalisasi infrastruktur sumber daya air diperlukan untuk menjaga keberlanjutan layanan irigasi sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat dan sektor pertanian.

“Penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu, termasuk dengan mengoptimalkan infrastruktur sumber daya air agar air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Dody. Selasa (1/9/2026)

Dalam pekerjaan tersebut, BBWS Citarum mengerahkan satu unit ekskavator tipe long-arm untuk mengeruk dan menormalisasi saluran sepanjang sekitar 3.500 meter.

Plt. Kepala BBWS Citarum Abdul Ghoni Majdi menjelaskan, normalisasi dilakukan untuk mengembalikan kapasitas dan fungsi saluran yang mengalami hambatan akibat sedimentasi serta pertumbuhan vegetasi air.

“Normalisasi dilakukan untuk mengembalikan kapasitas dan fungsi saluran sehingga aliran air irigasi dapat lebih optimal menuju area persawahan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya kami dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus menangani dampak kekeringan pada lahan pertanian,” katanya.

SS Tambun mendapat pasokan air dari Saluran Induk Tarum Utara Barat melalui Bangunan Tarum Utara Barat 20 (B.TUB 20).

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, aliran air di saluran tersebut mengalami hambatan akibat sedimentasi dan pertumbuhan ganggang.

BBWS Citarum menugaskan tiga personel untuk mengawasi pelaksanaan normalisasi. Kondisi cuaca selama pekerjaan berlangsung dilaporkan panas.

Kementerian PU memastikan pemantauan akan dilakukan hingga pekerjaan selesai.

Normalisasi diharapkan dapat meningkatkan kelancaran suplai air ke areal persawahan sekaligus membantu menjaga produktivitas pertanian di Kabupaten Karawang.

Pekerjaan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keandalan infrastruktur sumber daya air untuk mendukung layanan irigasi dan ketahanan pangan nasional.