Demi Selamatkan uang anak sekolah, Pj Wali Kota Sabang tunda pembayaran sebagian uang proyek

MITRAPOL.com, Kota Sabang – Pemerintah Kota Sabang, kabarnya menunda pembayaran terhadap sejumlah proyek yang telah dikerjakan oleh rekanan, bersumber dari anggaran APBK Sabang tahun 2022.

Informasi itu diterima Wartawan Mitrapol Aceh dari sejumlah rekanan yang ditunda pembayaran uang proyek oleh Pemko Sabang, rekanan terpaksa harus menunggu pembayaran terhadap proyek yang telah mereka kerjakan di tahun depan.

Sementara itu, Pj Wali Kota Sabang, Reza Fahlevi, yang dikonfirmasi Wartawan Mitrapol Aceh, Rabu malam 28 Desember 2022, menyampaikan bahwa penyebab Pemko Sabang tidak mampu membayar rekanan, karena keuangan Sabang mengalami defisit yang cukup besar.

“Untuk diketahui oleh semua pihak, ketika saya masuk ke Sabang menjadi Pj Wali Kota, kondisi keuangan Kota Sabang sedang defisit dan kami memikirkan cara bagaimana menyelamatkan daerah jangan sampai kolaps,” ungkap Pj Wali Kota Sabang, Reza Fahlevi.

Memang, berdasarkan informasi yang diperoleh Wartawan Mitrapol Aceh, kondisi keuangan Kota Sabang dalam keadaan defisit, saat ditinggal eks Wali Kota Sabang, Nazaruddin alias Tgk Agam.

Itu sebabnya, Pj Wali Kota Sabang Reza Fahlevi harus berpikir keras bagaimana caranya agar dapat menyelamatkan Kota Sabang, termasuk bermusyawarah dengan DPR agar bisa mengurangi defisit keuangan Kota Sabang.

Menurut informasi yang diterima Media Mitrapol beberapa waktu yang lalu, defisit keuangan Pemko Sabang mencapai Rp 130-an Miliar ketika Reza Fahlevi dilantik sebagai Pj Wali Kota Sabang.

Berkat kepiawaian Reza Fahlevi, mengatur jajarannya terhadap pengelolaan keuangan daerah secara profesional, defisit keuangan Pemko Sabang, kini hanya tersisa Rp 30-an Miliar.

“Saya berpikir, bagaimana caranya menyelamatkan keuangan daerah ini agar Kota Sabang tidak amburadul, termasuk menyelamatkan TPP pegawai dan uang anak sekolah, saya rasa ini yang lebih penting untuk saat ini,” kata Reza Fahlevi.

Sementara untuk pembayaran uang rekanan, Pj Wali Kota Sabang berharap agar para rekanan bersabar dulu, karena hutang terhadap rekanan itu akan dibayarkan pada tahun 2023.

“Yang kita lakukan ini untuk kebaikan rakyat dan Kota Sabang, karena itu kita juga berharap masyarakat kita bersabar dan mengerti, defisit anggaran ini tidak dapat kita elakkan, ibaratnya kita menyelamatkan sisa-sisa barang rumah yang sudah tenggelam akibat banjir, jadi mohon kepada masyarakat untuk mengerti, mudah-mudahan tahun depan keuangan kita akan segera membaik, sehingga dapat kita gunakan tepat sasaran demi kesejahteraan masyarakat Kota Sabang,” jelasnya.

Orang nomor satu di Kota Sabang itu juga menuturkan, terkait pembayaran kepada rekanan sebenarnya telah dibicarakan sebelumnya dengan kepala dinas terkait.

“Sebenarnya para Kadis sudah membicarakan kepada rekanan sejak awal, makanya kita berani menunda pembayaran, karena para rekanan sudah diberitahukan kondisi keuangan daerah kita yang lagi defisit,” ungkap Reza Fahlevi.

“Kita juga mengajak kepada seluruh anggota DPR, seluruh stakeholder dan para tokoh masyarakat Kota Sabang, kedepannya mari kita bersama-sama membangun Sabang ke arah yang lebih baik lagi, saya hanya sementara bertugas di Kota Sabang ini, tidak ada kepentingan apapun selain untuk membangun Kota Sabang ke arah yang lebih baik lagi,” katanya.

Pj Wali Kota Sabang juga menyampaikan, tanpa dukungan dari semua pihak, maka dirinya akan sulit membangun Kota Sabang seorang diri, “Karena itu, saya mengharapkan dukungan dan masukan positif dari semua pihak guna menjadikan Kota Sabang ini lebih baik ke depan, sehingga membawa dampak positif dan kesejahteraan bagi rakyat Sabang yang kita cintai,” tutupnya.

 

Pewarta : Hidayat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *