Nusantara

Dimanfaatkan oknum tertentu, Taman Gadobangkong Palabuhanratu jadi dilema

Admin
×

Dimanfaatkan oknum tertentu, Taman Gadobangkong Palabuhanratu jadi dilema

Sebarkan artikel ini

MITRAPOL.com, Sukabumi Jawa Barat – Sudah menjadi tradisi disetiap hari Raya Iedul Fitri tiba, selain bersilaturahmi dengan sanak saudara dengan keluarga maupun dengan tetangga juga handai taulan saling berkunjung saling bermaafimaafan, momen ini dimanfaatkan juga dengan mengunjungi tempat wisata

Sebagaimana diketahui bahwa di kabupaten Sukabumi bagian Selatan terbentang dari Barat yang berbatasan dengan wilayah Banten sampai dengan wilayah yang berbatasan kabupaten Cianjur di wilayah Timur banyak terdapat tempat wisata pantai yang menyajikan pemandangan laut dengan segala pesonanya dan itu juga berlaku di wilayah kecamatan Pelabuhanratu yang memiliki beberapa titik destinasi wisata pavorit bagi para wisatawan lokal maupun wisatawan regional juga internasional.

Salah satu titik destinasi wisata yang saat ini sedang jadi perbincangan hangat ialah Taman Gadobangkong, di mana lokasinya berada tidak jauh dari tempat pendaratan dan pelelangan ikan samudra dan diseberang jalan terdapat pasar tradisional juga ada Mapolsek Palabuhanratu

Taman Gadobangkong yang dibangun dengan memggunakan anggaran Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat TA 2023-2024 yang kabarnya menelan anggaran sebesar 15 miliar ini keberadaanya menjadi dilema terutama bagi pemerintah kelurahan setempat.

Hal ini diakibatkan karena sampai saat ini pembangunanya belum dinyatakan selesai dan masih ditutup dengan pagar seng dibeberapa titik yang artinya belum boleh difungsikan sebagai taman untuk dijadikan tempat berwisata ataupun berswa poto atau selfi selfi.

Namun pada kenyataanya ada saja kelompok oknum yang mengambil manfaat dengan memanfaatkan momen libur lebaran, para oknum yang ditenggarai dari salah satu lembaga atau ormas mengambil manfaat dengan mengoperasikan WC/toilet umum dengan meminta imbalan sejumlah uang kepada para pengguna WC/toilet tersebut dengan dalih uang untuk kebersihan

Hal ini terungkap setelah pada hari pertama lebaran Rabu (10/4/24) yang merupakan hari pertama lebaran, Ketua RW 27 kelurahan Palabuhanratu, Rizal Kifli mendapat teguran dari Satuan Polisi Pamong Praja kecamatan Palabuhanratu yang mengatakan sekaligus memperingatkan agar pak RW menegur warganya yang terindikasi melakukan pungutan kepada pengunjung yang berwisata di areal taman Gadobangkong yang notabene masih ditutup

“Ini viral di facebook Pak RW, kade bisi barudak didinya nu ngalakuken pungutan kos kitunya” ujar Rizal Kifli menirukan peringatan dari petugas Satpol PP

Sebagai Ketua RW di mana Taman Gadobangkong berada di dalam wilayah kerjanya, Rizal Kifli ahirnya bertindak cepat dengan bergegas melakukan penelusuran, dan pada Kamis (11/4/24) atau bertepatan dengan lebaran hari kedua, ahirnya didapati adanya beberapa oknum yang menggunakan atribut salah satu lembaga/ormas yang mengoperasikan WC/toilet umum diareal taman tersebut dan ternyata bukan warganya.

“Ini kan masih belum selesai pembangunannya, belum ada serah terima kok anda tanpa ijin tanpa kordinasi tanpa pembetitahuan seenaknya membuka dan mengoperasikan WC umum ini,” tanya Ketua RW kepada oknum tersebut dan dijawab maaf pak sebenarnya kami mau minta ijin dan kordinasi ke bapak, kilah mereka.

Masih menurut Rizal Kifli, areal ini kan masih dipagari seng, kalo nanti terjadi sesuatu misal pagar ini roboh lalu menimpa pengunjung siapa yang akan bertanggung jawab,” ujarnya dengan nada sedikit keki

 

Pewarta : Ade Aditia