Nusantara

Kecamatan Cikakak Tancap Gas Bangun Desa Berbasis Potensi Lokal

Admin
×

Kecamatan Cikakak Tancap Gas Bangun Desa Berbasis Potensi Lokal

Sebarkan artikel ini
Kecamatan Cikakak Tancap Gas Bangun Desa Berbasis Potensi Lokal
Pemerintah Kecamatan Cikakak mendorong desa mengembangkan potensi lokal berbasis pariwisata, pertanian, dan UMKM.

MITRAPOL.com, Sukabumi – Pemerintah Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terus mengakselerasi pembangunan desa dengan mengoptimalkan potensi lokal. Pengembangan sektor pariwisata, pertanian, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi fokus utama untuk mendorong desa agar mandiri dan berdaya saing.

Sekretaris Kecamatan Cikakak, Asep Hudri, ST., mengungkapkan bahwa di tengah tantangan ekonomi global dan perubahan pola usaha masyarakat, kecamatan tidak lagi hanya berperan administratif, tetapi menjadi motor penggerak pembangunan desa.

Hal tersebut disampaikannya dalam wawancara bersama Mitrapol melalui sambungan WhatsApp, Kamis (15/1/2026).

“Kecamatan hadir sebagai fasilitator dan motivator. Kami mendorong masyarakat desa terlibat aktif dalam pembangunan, bukan hanya sebagai objek, tetapi sebagai pelaku utama,” ujar Asep Hudri.

Menurutnya, pemberdayaan masyarakat menjadi fondasi utama pembangunan desa. Karena itu, Kecamatan Cikakak secara rutin menggelar berbagai program pelatihan, mulai dari pengolahan hasil pertanian, manajemen UMKM, hingga pengembangan desa wisata. Penyuluhan juga dilakukan agar masyarakat mampu membaca peluang usaha berbasis potensi alam dan budaya setempat.

Peningkatan kapasitas sumber daya manusia dinilai menjadi kunci agar desa tidak hanya berkembang, tetapi juga mandiri dan berkelanjutan.

Selain pelatihan, kecamatan aktif mendampingi desa dalam menyusun perencanaan pembangunan yang partisipatif dengan melibatkan masyarakat, tokoh adat, pemuda, serta pelaku usaha. Pendampingan juga dilakukan dalam pengelolaan keuangan desa agar tepat sasaran, transparan, dan akuntabel, serta selaras dengan program pembangunan kabupaten.

Pengembangan potensi lokal, lanjut Asep Hudri, tidak akan optimal tanpa dukungan infrastruktur yang memadai. Karena itu, Kecamatan Cikakak mendorong pembangunan jalan desa, akses menuju lokasi wisata, serta fasilitas pendukung UMKM.

“Jika akses jalan rusak, wisatawan enggan datang. Begitu juga UMKM akan sulit berkembang jika akses ke sentra produksi terbatas,” jelasnya.

Kecamatan Cikakak juga mendorong penguatan kelembagaan desa melalui pembentukan koperasi, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta kelompok usaha bersama. Lembaga ekonomi desa dinilai penting agar usaha masyarakat tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan terorganisasi dan saling menguatkan.

Selain itu, kecamatan berperan menjembatani kerja sama antara desa dengan pihak swasta, akademisi, dan investor. Langkah ini dilakukan dengan memetakan potensi unggulan desa, kemudian mempertemukannya dengan pihak yang berminat mengembangkan potensi tersebut, dengan tetap memastikan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat desa.

Di era digital, Kecamatan Cikakak juga mendorong desa dan pelaku UMKM memanfaatkan teknologi, seperti media sosial dan marketplace, untuk promosi produk dan desa wisata. Upaya ini terbukti mampu memperluas jangkauan pasar hingga ke luar daerah.

Untuk memastikan program berjalan efektif, camat dan jajaran rutin melakukan pembinaan dan pengawasan langsung ke desa-desa. Evaluasi dilakukan untuk memastikan pembangunan tidak hanya berjalan di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Meski demikian, Asep Hudri mengakui masih terdapat tantangan, seperti keterbatasan sumber daya manusia dan pola pikir masyarakat yang masih konvensional. Untuk mengatasinya, kecamatan terus melakukan pendekatan persuasif melalui tokoh masyarakat, pemuda, dan kelompok perempuan, serta memberikan edukasi berkelanjutan.

“Kami ingin desa tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi mampu hidup dan berkembang dari potensi yang dimilikinya sendiri,” tegas Asep Hudri.

Dengan pendekatan pemberdayaan, kemitraan, dan inovasi, Kecamatan Cikakak optimistis desa-desa di wilayahnya mampu berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.