MITRAPOL.com, Lebak, Banten – Tradisi Qunutan yang digelar pada malam ke-15 bulan suci Ramadan kembali menghidupkan suasana kebersamaan di tengah masyarakat Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak, Banten.
Kegiatan yang dilaksanakan usai salat tarawih di sejumlah masjid di wilayah tersebut berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan. Warga dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda hingga orang tua, turut hadir mengikuti rangkaian doa bersama, Kamis malam (5/3/2026).
Salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Cirinten mengatakan bahwa tradisi Qunutan tidak sekadar menjadi ritual keagamaan, tetapi juga merupakan simbol persatuan dan kekompakan warga.
“Momentum malam ke-15 Ramadan ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memperkuat ukhuwah Islamiyah serta menjaga nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, tradisi Qunutan telah berlangsung secara turun-temurun dan menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Cirinten. Selain memperkuat nilai spiritual, kegiatan tersebut juga menjadi sarana membangun komunikasi dan solidaritas sosial antarwarga.
Suasana hangat terasa usai pelaksanaan doa bersama. Warga saling bersalaman dan berbincang dengan penuh keakraban, mencerminkan eratnya hubungan sosial di lingkungan masyarakat.
Masyarakat berharap tradisi Qunutan terus dilestarikan sebagai warisan budaya religius yang mampu memperkuat persatuan dan kebersamaan, khususnya di bulan suci Ramadan.
Dengan semangat kebersamaan yang terjaga, nilai-nilai religius dan sosial yang terkandung dalam tradisi ini diharapkan terus menjadi perekat kehidupan masyarakat di Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak.












