Nusantara

Dedi Mulyadi Tunjuk Abah Anton Pimpin Majelis Adat Sunda Jabar, DPRD Siap Dukung Revitalisasi Kampung Adat

Admin
×

Dedi Mulyadi Tunjuk Abah Anton Pimpin Majelis Adat Sunda Jabar, DPRD Siap Dukung Revitalisasi Kampung Adat

Sebarkan artikel ini
Dedi Mulyadi Tunjuk Abah Anton Pimpin Majelis Adat Sunda Jabar
Irjen Pol (Purn) Anton Charliyan atau Abah Anton, Ketua Umum Majelis Adat Sunda (Masda) Jawa Barat periode 2026–2027

MITRAPOL.com, Kota Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menetapkan Irjen Pol (Purn) Anton Charliyan atau Abah Anton sebagai Ketua Umum Majelis Adat Sunda (Masda) Jawa Barat periode 2026–2027. Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 430/Kep.120-Disparbud/2026.

Penetapan tersebut dilakukan pada 6 Maret 2026 sebagai bagian dari upaya penguatan pelestarian budaya Sunda di Jawa Barat. Selain Abah Anton, sebanyak 11 tokoh lainnya juga ditunjuk sebagai anggota Majelis Adat Sunda.

Mereka adalah: Prof. Dr. Agus Aris Munandar,M.Hum.; Prof. Dr. Danny Hilman Natawijaya;  Dr. Dra. Elis Suryani Nani Sumarlina, M.S.; Dr. Drs. Undang Darsa, M.Hum. ; Dr. H. D. Yadi Heryadi, Ir. M.Sc.; RR. Okki Jusuf Judanagara, M.Sc., M.M.; Ir. H. Rd. Arief Abimanyu Wiradisuria, M.M.; Ir. Deden Hidayat; Ir. Roza Mintareja (Anggota), dan; Letkol. Purn Oman Rukmana, serta; Rd. Rulany Indra Gartika Rusadi Wirahaditenaya.

Majelis Adat Sunda (Masda) memiliki tugas utama sebagai wadah penampung aspirasi masyarakat adat dalam rangka pelestarian budaya, khususnya di kampung-kampung adat.

Dalam menjalankan tugasnya, Masda memiliki sejumlah fungsi, antara lain, Melakukan koordinasi dengan masyarakat adat, Merumuskan rekomendasi pelestarian budaya dan menyampaikan laporan kepada Gubernur melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat

Masa tugas Majelis Adat Sunda Jawa Barat ditetapkan selama satu tahun sejak keputusan Gubernur diterbitkan.

Sebagai langkah awal, jajaran Masda Jawa Barat melakukan audiensi dengan Ketua DPRD Jawa Barat, Buky Wibawa Karya Guna, pada Jumat (24/4/2026) di Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung.

Dalam pertemuan tersebut, Abah Anton menegaskan bahwa fokus utama Masda adalah revitalisasi kampung adat sebagai pusat pelestarian identitas budaya Sunda.

“Kampung adat bukan hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menyimpan kearifan lokal dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan ketahanan pangan,” ujar Abah Anton. Senin (27/04/2026),

Ia menambahkan bahwa kampung adat dapat menjadi contoh nyata dalam menjaga harmoni antara manusia dan alam.

Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa Karya Guna menyatakan dukungan penuh terhadap peran Masda dalam memperkuat pembangunan berbasis budaya di Jawa Barat.

“Keberadaan Masda sangat strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam mengawal pembangunan berbasis budaya,” kata Buky.

Dalam pertemuan tersebut juga disampaikan sejumlah poin strategis, di antaranya, Kampung adat sebagai “museum hidup” budaya Sunda, Pelestarian ritual adat dalam aktivitas ekonomi masyarakat, Penguatan ketahanan pangan berbasis kearifan lokal, Peran Masda dalam membangun kemandirian masyarakat adat dan Pentingnya integrasi nilai budaya dalam pembangunan daerah.

Selain itu, Masda Jawa Barat juga didorong untuk membentuk tim penggerak budaya di berbagai wilayah guna memperkuat pelestarian adat.

Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Dalam kesempatan tersebut, Masda Jawa Barat menyerahkan cenderamata berupa pusaka keris Nagasasra serta produk khas Kampung Naga seperti gula kawung, pindang ikan tawes, dan madu.

Pertemuan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi antara lembaga adat dan legislatif dalam menjaga warisan budaya daerah.

Pembentukan Majelis Adat Sunda Jawa Barat diharapkan mampu memperkuat pelestarian budaya lokal sekaligus mendukung pembangunan daerah berbasis kearifan lokal secara berkelanjutan.