Nusantara

Konten Viral Eks Ketua BEM UGM, Tuan Guru Batak: Kritik Boleh, Jangan Jadi Penghinaan

Admin
×

Konten Viral Eks Ketua BEM UGM, Tuan Guru Batak: Kritik Boleh, Jangan Jadi Penghinaan

Sebarkan artikel ini
Konten Viral Eks Ketua BEM UGM
Tuan Guru Batak, Syekh Dr. H. Ahmad Sabban El-Rahmaniy Rajagukguk, M.A.,

MITRAPOL.com, Medan – Tuan Guru Batak, Syekh Dr. H. Ahmad Sabban El-Rahmaniy Rajagukguk, M.A., menyampaikan keprihatinannya terhadap beredarnya video yang menampilkan mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, yang menjadi perbincangan publik di media sosial.

Dalam video tersebut, Tiyo menyampaikan pernyataan yang oleh sebagian kalangan dinilai tidak pantas karena mengaitkan nama Presiden RI Prabowo Subianto dengan seekor kucing yang disebutnya telah diselamatkan dari kondisi sakit.

Menanggapi hal itu, Tuan Guru Batak menegaskan bahwa kebebasan berpendapat dan kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, menurutnya, penyampaian kritik tetap harus mengedepankan etika, moralitas, serta nilai-nilai budaya yang menjadi karakter bangsa Indonesia.

“Saya sebagai bagian dari anak bangsa merasa prihatin terhadap pernyataan yang disampaikan. Kebebasan berpendapat adalah hak setiap warga negara, tetapi harus tetap dijalankan dengan adab, etika, dan rasa tanggung jawab,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Sabtu (13/6/2026).

Ia menilai bangsa Indonesia dibangun di atas fondasi nilai agama, Pancasila, dan budaya ketimuran yang menjunjung tinggi sopan santun dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam menyampaikan kritik kepada pihak lain.

Menurutnya, perbedaan pandangan terhadap pemerintah maupun pejabat publik merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Namun, kritik yang disampaikan seharusnya tidak berubah menjadi ujaran yang mengandung penghinaan, cemoohan, atau bentuk serangan personal.

“Silakan menyampaikan pendapat dan kritik. Akan tetapi, jangan sampai berubah menjadi cacian, makian, atau penghinaan. Kita adalah bangsa yang beradab dan memiliki nilai-nilai luhur yang harus terus dijaga,” katanya.

Lebih lanjut, Tuan Guru Batak mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh pendidikan, tokoh agama, dan keluarga, untuk terus memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai pentingnya menjaga etika dalam ruang publik, termasuk di media sosial.

Menurutnya, kemajuan teknologi informasi harus diimbangi dengan penguatan karakter, moralitas, serta tanggung jawab dalam menggunakan kebebasan berekspresi.

“Kita harus terus menanamkan nilai-nilai moral, etika, dan budaya kepada generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang kritis, tetapi tetap santun dan menghormati sesama,” ujarnya.

Di sisi lain, Tuan Guru Batak juga mengingatkan pemerintah agar tetap fokus menjawab berbagai tantangan yang sedang dihadapi masyarakat, terutama persoalan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

Ia menilai sejumlah persoalan yang dirasakan masyarakat, seperti tekanan ekonomi, fluktuasi harga kebutuhan pokok, serta dampak situasi geopolitik global, membutuhkan perhatian serius dan langkah-langkah strategis dari pemerintah.

“Kami mendoakan Presiden Prabowo Subianto beserta seluruh jajaran pemerintahan agar diberikan kekuatan dalam menjalankan amanah dan menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat,” katanya.

Menutup pernyataannya, Tuan Guru Batak berharap seluruh elemen bangsa dapat menjaga persatuan, memperkuat budaya dialog, serta mengedepankan sikap saling menghormati demi menjaga stabilitas sosial dan kehidupan demokrasi yang sehat.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menjaga etika, menghormati perbedaan pendapat, serta menjadikan nilai-nilai moral dan kemanusiaan sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.