Jakarta

Diskusi Pendidikan di Jakarta Barat: Pelajar Diminta Adaptif, Kritis, dan Aktif Kawal Kebijakan

Admin
×

Diskusi Pendidikan di Jakarta Barat: Pelajar Diminta Adaptif, Kritis, dan Aktif Kawal Kebijakan

Sebarkan artikel ini
Diskusi Pendidikan di Jakarta Barat
Diskusi publik bertajuk “Peran dan Fungsi Pelajar serta Pemuda dalam Mewujudkan Cita-cita Pendidikan Nasional” digelar di kawasan Joglo, Kembangan, Sabtu (25/4/2026).

MITRAPOL.com, Jakarta Barat — Diskusi publik bertajuk “Peran dan Fungsi Pelajar serta Pemuda dalam Mewujudkan Cita-cita Pendidikan Nasional” digelar di kawasan Joglo, Kembangan, Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan yang diinisiasi komunitas Basecamp Demokrasi ini diikuti sekitar 35 peserta dari kalangan pelajar dan mahasiswa.

Diskusi menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, di antaranya Haykal dan Rafli, serta dipandu moderator Tsafiq.

Ketua Umum Basecamp Demokrasi, Nabil, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran pemuda dalam membangun kontrol sosial melalui ruang-ruang diskusi.

“Pelajar dan pemuda merupakan elemen penting dalam pendidikan karena mereka yang langsung merasakan dampak kebijakan. Kritik perlu disampaikan secara konstruktif melalui diskusi,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Haykal menyoroti tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks di era digital. Ia menilai pelajar perlu mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sekaligus tetap kritis terhadap sistem pendidikan yang masih membutuhkan pembenahan.

“Adaptasi digital penting, namun pelajar juga harus memahami bahwa sistem pendidikan masih perlu perbaikan, baik dari sisi kebijakan maupun kultur,” katanya.

Sementara itu, Rafli menekankan pentingnya penguatan dasar keilmuan dan budaya intelektual di kalangan pelajar. Menurutnya, proses pembelajaran tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga melalui diskusi dan aktivitas di luar kelas.

“Pelajar perlu memahami isu nasional secara mendalam agar setiap gerakan memiliki arah dan solusi,” ujarnya.

Diskusi juga mengangkat isu pemerataan kualitas pendidikan, peran tenaga pendidik, serta pengelolaan anggaran pendidikan agar lebih optimal, terutama bagi daerah yang masih tertinggal.

Kegiatan ditutup dengan ajakan kepada para peserta untuk terus mengembangkan kapasitas diri serta aktif berkontribusi dalam mendorong perbaikan sistem pendidikan di Indonesia.