MITRAPOL.com, Lebak – Sektor pertanian modern di Kabupaten Lebak kembali menunjukkan potensi besar. Sebanyak 30 ton melon premium hasil budidaya petani binaan Kadin Banten di Kecamatan Cileles siap dipanen dan dipasarkan ke sejumlah supermarket di Jakarta dan Tangerang.
Panen raya yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (14/5/2026) itu direncanakan dihadiri oleh Hasbi Asyidiki Jayabaya bersama Ketua Kadin Banten, Amal Jayabaya.
Keberhasilan budidaya tersebut menjadi perhatian karena mampu mengubah lahan seluas empat hektare di Desa Margawana, Kecamatan Cileles, menjadi salah satu sentra melon premium terbesar di Banten.
Dengan populasi sekitar 30 ribu tanaman, Kebun Garda Tani Margawana Mulya diproyeksikan menghasilkan buah melon berkualitas tinggi dengan tingkat kemanisan mencapai 12 brix serta harga jual kompetitif di pasar ritel modern.
Wakil Ketua I Bidang Organisasi dan Tatalaksana Kadin Banten, Agus R Wisas, mengatakan capaian petani di Cileles menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Lebak.
“Ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Lebak. Petani di Cileles berhasil mengembangkan melon premium yang kualitasnya siap bersaing di pasar modern,” ujarnya.
Menurut Agus, tanaman melon dipanen setelah berusia sekitar 65 hari. Dari total 30 ribu tanaman, masing-masing pohon diperkirakan menghasilkan dua buah melon dengan berat rata-rata 1,5 hingga 1,8 kilogram.
Ia menjelaskan, melon premium dari Kebun Garda Tani Margawana Mulya memang dipersiapkan untuk menyasar pasar supermarket modern. Karena itu, kualitas buah menjadi perhatian utama, mulai dari tingkat kemanisan hingga kondisi fisik yang bebas cacat.
“Harga jual sekitar Rp18 ribu per kilogram, dan untuk pemasaran kami telah menjalin komunikasi dengan sejumlah supermarket di Tangerang dan Jakarta,” katanya.
Panen perdana, lanjut Agus, akan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Lebak. Namun karena luas lahan mencapai empat hektare, proses panen diperkirakan berlangsung dalam dua hingga tiga tahap selama sekitar satu pekan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, mengapresiasi keberhasilan petani melon binaan Kadin tersebut.
“Ini sangat positif untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Apalagi produk melon premium ini berasal dari Lebak dan memiliki kualitas yang baik,” ujarnya.
Apresiasi serupa disampaikan Sekretaris PWI Banten, Fahdi Khalid. Menurutnya, pengembangan kebun melon premium merupakan langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus membuka peluang ekonomi baru di sektor pertanian.
Dengan target panen mencapai 30 ton dan pasar yang mulai terbentuk di kota-kota besar, Kebun Garda Tani Margawana Mulya diharapkan menjadi salah satu sentra melon premium unggulan di Banten serta mendorong kebangkitan ekonomi pertanian di Kabupaten Lebak.












