MITRAPOL.com, Palangka Raya — Pengembangan konsep Smart City dan Smart Mobility dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem transportasi modern di Kalimantan Tengah, sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas menuju target zero accident dan zero fatality.
Hal itu disampaikan Ketua Ikatan Alumni Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Semarang (IKA SPS UNNES) yang juga Kepala Satuan Tugas Pusat Studi Ilmu Kepolisian, Irjen Pol Dr. Susilo Teguh Raharjo, saat memaparkan hasil kajian bertajuk Potret Lalu Lintas Kalimantan Tengah dalam Rapat Kerja Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Tingkat Daerah Kalimantan Tengah Tahun 2026, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Agustiar Sabran, Irjen Pol Iwan Kurniawan, Komjen Pol Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana, jajaran Polda Kalteng, serta pejabat Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
Dalam paparannya, Susilo Teguh menyoroti sejumlah tantangan transportasi di Kalimantan Tengah, mulai dari faktor geografis, perkembangan mobilitas masyarakat, hingga kebutuhan transformasi sistem transportasi berbasis teknologi.
“Pengembangan Smart City melalui pendekatan Smart Mobility menjadi salah satu solusi prediktif untuk menjawab tantangan lalu lintas di daerah,” kata Susilo Teguh.
Menurutnya, konsep Smart Mobility dapat meningkatkan berbagai aspek pelayanan transportasi, antara lain, keselamatan pengguna jalan, efisiensi sistem transportasi, pengawasan lalu lintas yang lebih efektif serta pelayanan publik berbasis digital.
Implementasi konsep tersebut, lanjutnya, dapat diwujudkan melalui sejumlah teknologi seperti, Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), CCTV dan command center terpadu, sistem pemantauan lalu lintas real-time, pemanfaatan big data kecelakaan, integrasi layanan darurat, digitalisasi layanan kendaraan dan SIM, pengawasan kendaraan ODOL berbasis teknologi,
serta penerapan Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) dalam sektor transportasi.
Kolaborasi Menuju Transportasi Modern
Susilo Teguh menegaskan, penguatan sistem transportasi cerdas harus mulai dibangun sejak sekarang agar Kalimantan Tengah mampu mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkelanjutan.
Ia juga menyebut forum tersebut sebagai bagian dari kolaborasi antara Pusat Studi Ilmu Kepolisian, IKA SPS UNNES, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, dan Polda Kalimantan Tengah dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia serta pengabdian kepada masyarakat.
“Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi untuk membangun sistem pelayanan lalu lintas yang lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ujarnya.












