NusantaraPendidikan

Cegah Titipan Siswa dan Pungli, Disdik Lebak Maksimalkan Daya Tampung SPMB 2026/2027

Admin
×

Cegah Titipan Siswa dan Pungli, Disdik Lebak Maksimalkan Daya Tampung SPMB 2026/2027

Sebarkan artikel ini
Disdik Lebak Maksimalkan Daya Tampung SPMB 2026/2027
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Doddy Irawan,

MITRAPOL.com, Lebak – Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak memaksimalkan daya tampung sekolah dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 guna mencegah praktik titipan siswa dan pungutan liar (pungli) selama proses penerimaan peserta didik baru.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Doddy Irawan, mengatakan pelaksanaan SPMB tahun ini masih menggunakan tiga jalur penerimaan, yakni zonasi, afirmasi, dan prestasi.

“Untuk mencegah praktik-praktik yang tidak diinginkan dalam pelaksanaan SPMB, kami telah berkoordinasi dengan seluruh sekolah agar memaksimalkan daya tampung yang tersedia,” kata Doddy usai menutup kegiatan O2SN Kabupaten Lebak 2026 di GOR Jayabaya, Kamis (21/5/2026).

Berdasarkan data sementara, Disdik Lebak memastikan seluruh SMP di Kabupaten Lebak masih memungkinkan menampung lulusan sekolah dasar yang akan melanjutkan ke jenjang SMP.

Doddy menjelaskan, daya tampung SMP negeri di Lebak saat ini mencapai 24.319 siswa, sementara jumlah lulusan SD tercatat 22.588 siswa. Jika ditambah lulusan sekolah swasta sebanyak 3.320 siswa, total keseluruhan mencapai 28.441 siswa.

“Meski demikian, sebagian lulusan diperkirakan akan melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta, PKBM, maupun lembaga pendidikan lainnya,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi penumpukan pendaftar di sekolah-sekolah tertentu, Disdik Lebak meminta sekolah menambah rombongan belajar (rombel) agar kapasitas penerimaan siswa meningkat.

Selain itu, Disdik juga membuka layanan pengaduan masyarakat selama proses SPMB berlangsung untuk menindaklanjuti jika ditemukan dugaan pelanggaran.

“Kami akan terus melakukan evaluasi. Tujuan utamanya memastikan seluruh anak di Lebak bisa bersekolah sehingga angka melanjutkan sekolah dan angka lama sekolah meningkat, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas sumber daya manusia,” jelas Doddy.

Doddy menambahkan, pelaksanaan SPMB 2026/2027 di Kabupaten Lebak masih dilakukan secara offline. Namun ke depan, pihaknya berupaya meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan agar tidak terjadi penumpukan siswa di sekolah tertentu.

“Harapannya kualitas pendidikan tidak lagi terpusat di sekolah-sekolah tertentu saja, tetapi merata di seluruh sekolah,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu wali murid asal Kalanganyar, Nengsih, berharap proses penerimaan siswa baru tahun ini berjalan transparan dan adil.

“Kami ingin penerimaan siswa baru berjalan adil. Jangan sampai ada titipan atau pungutan yang membuat masyarakat kecil kesulitan,” katanya.