MITRAPOL.com, Lebak – Menjelang penutupan pendaftaran seleksi terbuka (open bidding) Jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebak, persaingan memperebutkan posisi birokrasi tertinggi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak semakin menarik perhatian.
Hingga Kamis (11/6/2026), tercatat delapan pejabat telah mendaftarkan diri sebagai peserta seleksi. Di antara nama yang masuk bursa calon Sekda, terdapat tiga pejabat senior internal Pemkab Lebak yang dinilai memiliki pengalaman panjang di bidang pemerintahan dan birokrasi.
Ketiga pejabat tersebut adalah Penjabat (Pj) Sekda Lebak sekaligus Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Halson Nainggolan, Asisten Daerah (Asda) I Setda Lebak Alkadri, serta Inspektur Kabupaten Lebak Rusito.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Lebak, Fakhri, mengatakan hingga batas akhir pendaftaran jumlah peserta yang terdaftar masih sebanyak delapan orang.
“Sampai hari terakhir ini masih delapan orang yang daftar. Pendaftaran akan ditutup pukul 23.59 WIB melalui sistem,” kata Fakhri saat dikonfirmasi, Kamis (11/6/2026).
Halson Nainggolan menjadi salah satu kandidat yang paling berpengalaman dalam seleksi kali ini. Alumni Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) tahun 1991 tersebut saat ini menjabat sebagai Kepala BKAD sekaligus Pj Sekda Lebak.
Sepanjang kariernya, Halson pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, antara lain Kepala Kantor Pendidikan dan Pelatihan (Diklat), Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Inspektur Inspektorat Kabupaten Lebak, hingga Kepala BKAD. Di kalangan aparatur sipil negara (ASN), ia dikenal sebagai birokrat yang memiliki pengalaman luas dalam pengelolaan pemerintahan daerah.
Sementara itu, Alkadri merupakan alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tahun 1994. Ia pernah menjabat sebagai Camat Leuwidamar, Kepala Bagian Humas Setda Lebak, Kepala Dinas Perhubungan, hingga Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak.
Adapun Rusito, yang juga merupakan lulusan IPDN tahun 1994, memiliki rekam jejak panjang di bidang pemerintahan daerah. Ia pernah menjabat sebagai Camat Cigemblong, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), dan saat ini menjabat sebagai Inspektur Kabupaten Lebak.
Fakhri menjelaskan, setelah tahapan pendaftaran berakhir, Panitia Seleksi (Pansel) akan melakukan verifikasi dan seleksi administrasi terhadap seluruh peserta.
Hasil seleksi administrasi dijadwalkan diumumkan pada 15 Juni 2026. Peserta yang lolos akan mengikuti tahapan lanjutan berupa penelusuran rekam jejak, uji kompetensi melalui assessment center, serta presentasi makalah dan gagasan strategis.
“Selanjutnya dilakukan rekam jejak, assessment center, kemudian presentasi gagasan atau makalah. Pelaksanaannya bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN),” ujar Fakhri.
Seleksi terbuka Sekda Lebak menjadi salah satu agenda penting dalam pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemkab Lebak.
Sekretaris Daerah memiliki peran strategis sebagai koordinator pelaksanaan pemerintahan daerah, penggerak birokrasi, sekaligus penghubung antara kepala daerah dengan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
Karena itu, proses seleksi yang transparan, objektif, kompetitif, dan berbasis sistem merit diharapkan mampu menghasilkan figur terbaik yang dapat memperkuat tata kelola pemerintahan serta mendukung percepatan pembangunan Kabupaten Lebak di masa mendatang.












