MITRAPOL.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung mendorong Karang Taruna memperkuat peran sebagai motor penggerak ekonomi, pemberdayaan masyarakat, dan inovasi di tingkat desa.
Dorongan tersebut disampaikan Asisten Administrasi Umum Setdaprov Lampung, Sulpakar, saat mewakili Gubernur Lampung membuka Temu Karya VIII Karang Taruna Provinsi Lampung di Balai Keratun, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Sabtu (8/8/2026).
Temu Karya VIII tersebut menjadi salah satu agenda penting organisasi, sekaligus membahas pemilihan Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung untuk masa bakti 2026–2031.
Dalam sambutan Gubernur Lampung yang dibacakan Sulpakar, Karang Taruna dinilai memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam memperkuat kesetiakawanan sosial, gotong royong, serta pemberdayaan masyarakat hingga tingkat desa.
Pemerintah Provinsi Lampung juga mendorong kader Karang Taruna terlibat aktif dalam berbagai program pembangunan daerah, termasuk pengembangan UMKM, ekonomi kreatif, pemberdayaan desa, serta program peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Manfaatkan teknologi sebagai sarana berinovasi, kembangkan potensi unggulan Lampung mulai dari pertanian, perkebunan, pariwisata, hingga ekonomi kreatif agar mampu menciptakan peluang usaha dan membuka lapangan pekerjaan,” ujar Sulpakar membacakan sambutan Gubernur.
Pemprov Lampung, lanjutnya, siap membuka ruang kolaborasi agar berbagai inovasi kepemudaan dapat terintegrasi dengan program pembangunan daerah.
Plt. Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung, Muhammad Yuliardi, mengatakan organisasi kepemudaan tersebut harus diposisikan sebagai aset strategis dalam pembangunan daerah.
Ia berharap Karang Taruna tidak hanya dilibatkan pada tahap pelaksanaan program, tetapi juga sejak proses perencanaan hingga evaluasi.
“Harapan kami bersama Pak Gubernur, kami bisa terus dilibatkan mulai dari tahap perencanaan sampai dengan evaluasi. Kami ingin maju, dan kemajuan kami pasti linear dengan kemajuan pemerintah,” kata Yuliardi.
Menurutnya, soliditas kader Karang Taruna di tingkat kabupaten dan kota menjadi modal penting untuk memperkuat peran organisasi dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT), Ahmad Bahtiar Sebayang, yang hadir mewakili Ketua Umum G. Budisatrio Djiwandono, juga mendorong Karang Taruna Lampung lebih aktif menangkap peluang ekonomi yang tersedia melalui berbagai program pemerintah.
Ia menilai Karang Taruna memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak kewirausahaan di tingkat desa sekaligus mendukung berbagai program strategis pemerintah.
Bahtiar juga mengajak kader Karang Taruna mencetak lebih banyak wirausaha muda dengan memanfaatkan peluang usaha dari berbagai sektor.
“Banyak sekali program negara di bawah, dari hulu ke hilir, yang bisa kita suplai dan pasarkan. Teman-teman harus bisa menangkap peluang ini,” ujarnya.
Ia berharap Karang Taruna Lampung mampu membangun kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan sehingga program pemberdayaan pemuda dapat memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat.
Temu Karya VIII Karang Taruna Provinsi Lampung diharapkan menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa Karang Taruna semakin aktif dalam pemberdayaan masyarakat, pengembangan ekonomi desa, dan penciptaan wirausaha muda.












