MITRAPOL.com, Nagekeo – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pemulihan infrastruktur pascagempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga 16 Agustus 2026, sebanyak 9 ruas jalan nasional terdampak gempa telah kembali fungsional.
Menteri PU Dody Hanggodo meninjau langsung kondisi di Kabupaten Nagekeo, Senin (17/8/2026). Selain melihat kondisi masyarakat di lokasi pengungsian, Dody meninjau sejumlah bangunan terdampak serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur penanganan bencana.
Koordinasi tersebut melibatkan Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada, serta perwakilan BNPB, Kodim Nagekeo, dan Basarnas.
Dody meminta pemerintah daerah segera menyampaikan data awal mengenai lokasi dan tingkat kerusakan agar tim Kementerian PU dapat melakukan verifikasi dan penanganan di lapangan.
“Kami hadir pada setiap bencana, karena arahan Pak Presiden sudah jelas bahwa kita tidak boleh berduka berlama-lama, secepatnya kita harus bangkit,” kata Dody.
Menurut Dody, pemerintah daerah berperan menentukan titik yang menjadi prioritas, sedangkan Kementerian PU memberikan dukungan teknis dan melakukan penanganan infrastruktur sesuai kebutuhan di lapangan.
Gempa Magnitudo 7,7 berdampak pada sejumlah ruas jalan dan jembatan di Pulau Flores. Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Kementerian PU mengerahkan personel dan peralatan untuk membuka kembali akses yang terdampak longsor maupun kerusakan badan jalan.
Dari 9 ruas jalan nasional yang terdampak, delapan ruas yang menjadi bagian jalur Trans Flores dari Labuan Bajo–Ende–Maumere telah kembali dapat dilalui. Ruas Ruteng–Reo–Kedindi juga dilaporkan telah kembali fungsional.
Penanganan sementara mencakup 40 titik longsoran dan 4 titik patahan badan jalan. Sementara itu, kerusakan pada 5 titik jembatan dan plat duiker masih memungkinkan untuk difungsionalkan sehingga mobilitas masyarakat tetap berjalan.
Untuk mendukung percepatan pekerjaan, BPJN NTT telah memobilisasi 7 unit ekskavator dan 4 unit loader ke sejumlah lokasi terdampak.
Peralatan tersebut digunakan untuk membersihkan material longsor, menangani kerusakan badan jalan, dan menjaga akses menuju wilayah terdampak tetap terbuka.
Kementerian PU memastikan pemantauan dan penanganan infrastruktur terus dilakukan berdasarkan kondisi lapangan. Pemulihan konektivitas menjadi salah satu prioritas agar mobilitas warga, distribusi bantuan, serta aktivitas ekonomi masyarakat di Pulau Flores dapat kembali berjalan.












