Scroll untuk baca artikel
Nasional

Kementerian PU Buka Akses Jalan Krica–Lidi yang Tertutup Longsor Pascagempa NTT

Admin
×

Kementerian PU Buka Akses Jalan Krica–Lidi yang Tertutup Longsor Pascagempa NTT

Sebarkan artikel ini
Kementerian PU Buka Akses Jalan Krica–Lidi yang Tertutup Longsor Pascagempa NTT
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan ruas jalan nasional yang terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT)

MITRAPOL.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan ruas jalan nasional yang terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satu penanganan dilakukan di ruas Krica–Lidi, Desa Pulue, yang tertutup material longsor.

Ruas Krica–Lidi sepanjang 4,1 kilometer tersebut mengalami sejumlah longsoran dengan skala bervariasi. Berdasarkan identifikasi sementara, sedikitnya terdapat 10 titik longsor yang memerlukan penanganan.

Tim Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT bersama pemerintah daerah masih melakukan penyusuran dan identifikasi untuk memastikan kondisi serta jumlah titik longsor di sepanjang ruas tersebut.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan percepatan penanganan infrastruktur menjadi bagian penting dalam pemulihan pascabencana, terutama untuk memastikan akses masyarakat kembali terbuka.

“Kami hadir pada setiap bencana. Arahan Pak Presiden sudah jelas bahwa kita tidak boleh berduka berlama-lama, secepatnya kita harus bangkit,” kata Dody.

Ia meminta data mengenai titik-titik kerusakan segera dilengkapi agar Kementerian PU dapat menurunkan tim dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan penanganan.

Untuk mendukung percepatan penanganan, hingga Selasa (18/8/2026) malam, Kementerian PU telah memobilisasi dua unit excavator dan satu kendaraan pikap L300 ke lokasi.

Peralatan tersebut digunakan untuk membersihkan material longsor sekaligus membuka akses pada sejumlah titik yang terdampak.

Pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 16.00 WITA, tim gabungan berhasil menembus salah satu titik longsor di Desa Pulue pada ruas Krica–Lidi.

Pekerjaan selanjutnya difokuskan pada pembersihan material longsoran agar jalur dapat kembali dilalui dengan aman.

Kementerian PU bersama pemerintah daerah akan melanjutkan penanganan pada titik longsor lainnya secara bertahap. Lokasi yang dinilai memungkinkan untuk segera dibuka akan menjadi prioritas.

Identifikasi lapangan juga terus dilakukan untuk menentukan kebutuhan alat berat, metode penanganan, serta urutan prioritas pekerjaan pada setiap titik longsor.

Dalam proses tersebut, petugas tetap memperhatikan kondisi medan dan aspek keselamatan masyarakat maupun pekerja yang berada di sekitar lokasi.

Percepatan pemulihan ruas Krica–Lidi diharapkan dapat membantu mengembalikan mobilitas masyarakat serta mendukung aktivitas sosial dan ekonomi warga di wilayah terdampak gempa NTT.