MITRAPOL.com, Samarinda — Krisis air bersih mulai dirasakan warga Kampung Balik Buaya, Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur.
Sejumlah sumur warga dilaporkan mengering dalam beberapa hari terakhir, sehingga kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari semakin sulit dipenuhi.
Kondisi tersebut membuat warga RT 44 dan wilayah sekitarnya membutuhkan pasokan air bersih.
Sebagai langkah darurat, bantuan air sebanyak 5.300 liter telah disiapkan dan akan ditampung menggunakan tandon yang tersedia di lingkungan RT 44.
Ketua RT 44, Giwan, mengatakan persoalan air bersih menjadi perhatian serius karena sebagian besar sumur warga mengalami kekeringan.
Sementara itu, sumber air swadaya yang masih tersedia di wilayah tersebut disebut memiliki rasa asin sehingga tidak dapat sepenuhnya diandalkan untuk memenuhi kebutuhan warga.
“Di RT 44 ada 112 KK. Kalau setiap KK mendapatkan dua galon ukuran 20 liter per hari, kebutuhan dasarnya sekitar 4.480 liter per hari,” ujar Giwan.
Berdasarkan perhitungan tersebut, kebutuhan minimal air bersih bagi 112 kepala keluarga di RT 44 mencapai sekitar 4.480 liter setiap hari, dengan asumsi setiap keluarga memperoleh dua galon berkapasitas 20 liter.
Dengan kapasitas 5.300 liter, tandon yang telah tersedia di RT 44 dapat menampung bantuan air untuk kemudian didistribusikan kepada warga sesuai kebutuhan dan mekanisme yang ditetapkan di lingkungan setempat.
Giwan berharap pasokan air bersih tidak berhenti pada bantuan awal. Menurutnya, distribusi perlu dilakukan secara berkelanjutan apabila kondisi sumur warga belum kembali normal.
“Harapannya bantuan air bersih bisa terus diberikan selama sumber air warga belum kembali normal,” katanya.
Bagi masyarakat, bantuan air bersih merupakan solusi darurat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Namun, warga juga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan ketersediaan air bersih di wilayah tersebut.
Koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk penyedia layanan air bersih, diharapkan dapat dilakukan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama musim kering.
Warga RT 44 dan wilayah sekitar Kampung Balik Buaya berharap persoalan tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Selain memastikan distribusi air bersih, diperlukan langkah untuk menjamin ketersediaan sumber air yang layak dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Hingga berita ini ditayangkan, keterangan mengenai kondisi kekeringan dan langkah penanganan dari Pemerintah Kota Samarinda maupun pihak penyedia layanan air bersih belum diperoleh.
MITRAPOL.com membuka ruang informasi dan klarifikasi dari pihak terkait untuk melengkapi pemberitaan secara berimbang.












