Nusantara

Kadisdik Lampung Thomas Amirico Ungkap Strategi Tingkatkan Mutu Pendidikan, Fokus Infrastruktur Sekolah dan SDM

Admin
×

Kadisdik Lampung Thomas Amirico Ungkap Strategi Tingkatkan Mutu Pendidikan, Fokus Infrastruktur Sekolah dan SDM

Sebarkan artikel ini
Kadisdik Lampung Thomas Amirico Ungkap Strategi Tingkatkan Mutu Pendidikan
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, saat ditemui awak media di Lampung, Kamis (5/3/2026).

MITRAPOL.com, Lampung – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menegaskan pentingnya strategi komprehensif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Provinsi Lampung guna mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan harus dilakukan melalui pendekatan holistik yang meliputi peningkatan kompetensi guru, reformasi kurikulum yang inovatif, serta pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran.

Hal tersebut disampaikan Thomas saat ditemui awak media di Lampung, Kamis (5/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa upaya meningkatkan kualitas pendidikan juga harus didukung penguatan infrastruktur sekolah, penerapan metode pembelajaran aktif, serta kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat.

“Untuk meningkatkan mutu pendidikan, diperlukan dukungan dari berbagai pihak. Mulai dari penguatan fasilitas sekolah, metode pembelajaran yang lebih inovatif, hingga sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat,” ujar Thomas.

Infrastruktur Sekolah Masih Jadi Tantangan

Thomas mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Lampung, terutama terkait kondisi infrastruktur sekolah yang belum merata.

Menurutnya, masih ada sejumlah sekolah menengah yang membutuhkan perbaikan fasilitas guna menunjang proses belajar mengajar yang lebih optimal.

“Kita menyadari bahwa masih terdapat beberapa kendala terkait mutu pendidikan di Lampung. Salah satunya adalah kebutuhan perbaikan infrastruktur dan fasilitas di sejumlah sekolah menengah di seluruh provinsi,” katanya.

Ia menambahkan bahwa proses pemerataan pembangunan infrastruktur sekolah juga menghadapi tantangan keterbatasan anggaran dari pemerintah daerah.

Namun demikian, pemerintah daerah terbantu dengan adanya program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat yang mengalokasikan anggaran sekitar Rp16,9 triliun pada periode 2025–2026.

“Sejak tahun 2025 program revitalisasi sekolah sudah mulai berjalan di Lampung. Program ini sangat membantu perbaikan sekolah rusak, terutama yang berada di daerah terpencil, wilayah 3T, serta daerah yang terdampak bencana,” jelasnya.

Program tersebut juga dilaksanakan dengan sistem swakelola yang melibatkan masyarakat setempat dengan persyaratan tertentu, khususnya untuk sekolah dengan kondisi kerusakan berat.

Fokus SDM dan Pengentasan Putus Sekolah

Selain pembangunan infrastruktur, Thomas menekankan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor utama dalam memajukan pendidikan di Lampung.

Pemerintah daerah juga berupaya memperluas akses pendidikan serta menekan angka putus sekolah melalui berbagai program strategis.

Ia menyebutkan bahwa langkah tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Lampung yang menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam mewujudkan pembangunan pendidikan yang merata.

Beberapa program yang menjadi fokus di antaranya penghapusan dana komite bagi SMA, SMK, dan SLB, peningkatan kualitas guru, serta penyediaan pendidikan gratis dan beasiswa bagi pelajar.

“Komitmen pemerintah daerah adalah memastikan tidak ada lagi anak yang putus sekolah di Lampung. Dengan peningkatan kualitas guru, pendidikan gratis, dan beasiswa, diharapkan generasi muda Lampung mampu menjadi bagian dari generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Thomas.