Jakarta

Solidaritas Diaspora Sumatra, Charity Night IKKSU Kumpulkan Donasi Rp3 Miliar

Admin
×

Solidaritas Diaspora Sumatra, Charity Night IKKSU Kumpulkan Donasi Rp3 Miliar

Sebarkan artikel ini
Charity Night IKKSU Kumpulkan Donasi Rp3 Miliar
Charity Night Ikatan Keluarga Katolik Sumatra Utara (IKKSU) di Ballroom Pusat Pastoran KAJ, Jakarta, Minggu malam (8/3/2026).

MITRAPOL.com, Jakarta – Semangat solidaritas kemanusiaan menggema dalam kegiatan Charity Night yang digelar Ikatan Keluarga Katolik Sumatra Utara (IKKSU) di Ballroom Pusat Pastoran KAJ, Jakarta, Minggu malam (8/3/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan menggalang dana untuk membantu para korban banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra, khususnya di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.

Acara yang dipandu oleh Kristian Reynaldlo dan Endang Tinambunan tersebut tidak hanya menjadi ajang makan malam, tetapi juga momentum penggalangan solidaritas lintas suku dan keyakinan bagi para penyintas bencana.

Ketua panitia kegiatan, Kasianus Telaumbanua, mengungkapkan bahwa sebelum acara dimulai panitia telah berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp1,8 miliar melalui komunikasi intensif dengan para donatur.

Namun, selama berlangsungnya acara, gelombang dukungan dari para tamu undangan terus berdatangan hingga total dana yang terkumpul mencapai lebih dari Rp3 miliar.

“Kami panitia hanyalah perantara untuk menyalurkan bantuan dari Bapak dan Ibu sekalian kepada saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah,” ujar Kasianus.

Suasana acara semakin haru saat tiga pastor dari Keuskupan Sibolga tampil membawakan musik. Mereka adalah Rohendi Marpaung, Alboen Simatupang, dan Ignatius Purwosuranto.

Ketiganya merupakan saksi langsung bencana banjir dan longsor yang terjadi pada 25 November 2025, yang menyebabkan sejumlah wilayah di Sumatra dilanda kerusakan parah.

Romo Ignatius Purwosuranto menjelaskan bahwa hujan deras selama hampir satu pekan mengakibatkan banyak wilayah berubah menjadi lautan lumpur dan menyebabkan akses ke sejumlah desa terputus akibat longsor.

Menurutnya, para pastor, suster, dan relawan setiap hari mengerahkan sekitar 10 armada kendaraan untuk menjangkau daerah-daerah terpencil yang terisolasi.

“Bencana alam tidak mengenal agama dan suku. Karena itu, bantuan kemanusiaan juga tidak boleh mengenal batas agama,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Antonius Subianto Benjamin, turut memberikan refleksi setelah meninjau langsung lokasi bencana.

Ia menyampaikan bahwa kondisi di lapangan jauh lebih berat dibandingkan dengan apa yang terlihat dalam pemberitaan.

Sebagai bentuk upaya pemulihan, IKKSU bersama gereja meluncurkan program “Rumah Bela Rasa” yang menargetkan pembangunan 1.000 rumah permanen bagi para korban bencana.

Setiap unit rumah diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp60 juta. Dalam kegiatan penggalangan dana tersebut, para donatur langsung berkomitmen untuk membangun 20 unit rumah bagi para penyintas.

Kegiatan amal ini juga dimeriahkan dengan penampilan seni budaya dari masyarakat Sumatra di perantauan.

Salah satunya penampilan Kornelius Wau yang membawakan lagu khas Nias “Tano Niha Niomasio” dengan mengenakan pakaian adat Nias Selatan.

Acara kemudian ditutup dengan tarian Maena Nias yang dibawakan secara kolaboratif, menggambarkan semangat persaudaraan dan solidaritas masyarakat Sumatra di perantauan terhadap tanah kelahiran mereka.

Melalui kegiatan Charity Night ini, IKKSU menunjukkan bahwa kepedulian kemanusiaan mampu menjembatani jarak antara Jakarta dan Sumatra.

Rangkaian aksi solidaritas tersebut direncanakan akan terus berlanjut hingga puncak penutupan kegiatan pada 12 April 2026 mendatang.