Jakarta

Ketahanan Kesehatan Nasional Jadi Fokus, PERDOKMIL Resmi Bertransformasi Menjadi PERTASINDO

Admin
×

Ketahanan Kesehatan Nasional Jadi Fokus, PERDOKMIL Resmi Bertransformasi Menjadi PERTASINDO

Sebarkan artikel ini
PERDOKMIL Resmi Bertransformasi Menjadi PERTASINDO
Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konsolidasi PERDOKMIL, di Hermina Grand Ballroom, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (11/7/2026).

MITRAPOL.com | Jakarta – Perkumpulan Kedokteran Militer (PERDOKMIL) resmi bertransformasi menjadi Perkumpulan Ketahanan Kesehatan Indonesia (PERTASINDO). Keputusan tersebut ditetapkan dalam Musyawarah Nasional (Munas) dan Konsolidasi PERDOKMIL yang berlangsung di Hermina Grand Ballroom, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (11/7/2026).

Perubahan nama organisasi tersebut merupakan bagian dari strategi memperluas ruang kolaborasi dalam memperkuat sistem ketahanan kesehatan nasional. Melalui transformasi ini, organisasi tidak lagi berfokus pada komunitas kedokteran militer, tetapi juga membuka sinergi dengan pemerintah, TNI, Polri, akademisi, rumah sakit, organisasi profesi, industri kesehatan, dunia usaha, hingga masyarakat.

Ketua Umum PERDOKMIL, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Dr. Dr. dr. Dian Andriani Ratna Dewi, Sp.D.V.E., M.Biomed (AAM), MARS, S.H., M.H., FINSDV, FAADV, FIMMA, mengatakan tantangan kesehatan di masa depan semakin kompleks sehingga membutuhkan pendekatan yang lebih inklusif dan kolaboratif.

“Tantangan kesehatan di masa depan tidak lagi dapat dihadapi hanya oleh komunitas kedokteran militer. Karena itu, organisasi perlu bertransformasi agar mampu menghimpun seluruh pemangku kepentingan dalam bidang kesehatan dan ketahanan nasional,” ujarnya dalam sambutan pembukaan Munas.

Menurut Dian, transformasi menjadi PERTASINDO merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam membangun ketahanan kesehatan sebagai bagian penting dari ketahanan nasional.

Ia menilai penguatan sumber daya manusia, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, pengembangan inovasi dan riset, kesiapsiagaan menghadapi bencana, serta kolaborasi antarlembaga menjadi faktor utama agar Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan kesehatan, baik pada kondisi normal maupun saat terjadi krisis.

Dalam Munas tersebut, organisasi juga memperkenalkan jajaran Dewan Pembina yang berasal dari berbagai kalangan profesional di bidang kesehatan dan pertahanan.

Salah satunya adalah Marsekal Pertama TNI dr. Mukti Arja Berlian, Sp.PD., FINASIM, yang saat ini menjabat Direktur Kesehatan Direktorat Jenderal Kekuatan Pertahanan Kementerian Pertahanan.

Kehadiran para pembina diharapkan mampu memperkuat sinergi antara kebijakan pertahanan dengan pembangunan sistem ketahanan kesehatan nasional yang berkelanjutan.

Ketua Dewan Pengawas PERDOKMIL sekaligus Ketua Dewan Jamu Nasional, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. dr. Daniel Tjen, Sp.S, menyoroti potensi jamu sebagai warisan budaya Indonesia yang dinilai dapat berkontribusi dalam memperkuat ketahanan kesehatan nasional.

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Mayjen TNI (Purn.) Pujo, menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Universal Health Coverage (UHC) tidak hanya ditentukan oleh aspek pembiayaan, tetapi juga kesiapan sistem kesehatan secara menyeluruh.

Menurutnya, kualitas sumber daya manusia, kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan, tata kelola yang baik, inovasi, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pelayanan kesehatan nasional.

Musyawarah Nasional diikuti oleh jajaran pengurus pusat serta perwakilan PERDOKMIL dari berbagai daerah, di antaranya DKI Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi Utara, dan Sumatera Selatan.

Selain menetapkan perubahan organisasi menjadi PERTASINDO, forum tersebut juga membahas penyusunan program kerja, penguatan tata kelola organisasi, serta strategi pengembangan organisasi agar mampu menjawab tantangan kesehatan nasional maupun global.

Melalui transformasi ini, PERTASINDO diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat sistem ketahanan kesehatan nasional melalui kolaborasi lintas sektor, pengembangan inovasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya kesehatan Indonesia.