Nasional

Kementerian PU Rampungkan 13 JIAT di Pulau Yamdena, Petani Tanimbar Kini Berpeluang Panen 3 Kali Setahun

Admin
×

Kementerian PU Rampungkan 13 JIAT di Pulau Yamdena, Petani Tanimbar Kini Berpeluang Panen 3 Kali Setahun

Sebarkan artikel ini
Kementerian PU Rampungkan 13 JIAT di Pulau Yamdena, Petani Tanimbar Kini Berpeluang Panen 3 Kali Setahun
Pengawasan pembangunan 13 titik Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Pulau Yamdena, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku.

MITRAPOL.com | Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku telah menyelesaikan pembangunan 13 titik Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Pulau Yamdena, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku.

Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 Tahap III dalam rangka mendukung program nasional penguatan ketahanan pangan menuju swasembada.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pembangunan JIAT merupakan langkah strategis pemerintah untuk menjamin ketersediaan air bagi sektor pertanian, khususnya saat musim kemarau maupun ketika terjadi fenomena El Nino yang berdampak pada berkurangnya curah hujan.

“Melalui JIAT ini, kita ingin memastikan ketersediaan air sehingga produktivitas pertanian meningkat dan ketahanan pangan semakin kuat,” ujar Menteri Dody. Senin (20/7/2026)

Selain pembangunan sumur dan pompa air tanah, Menteri Dody menegaskan setiap JIAT juga harus didukung jaringan irigasi tersier yang disesuaikan dengan kondisi lahan agar distribusi air ke area pertanian berlangsung lebih efektif dan efisien.

Keberadaan JIAT mulai dirasakan manfaatnya oleh para petani di Desa Latdalam, Pulau Yamdena. Salah seorang anggota Kelompok Tani, Curcil B. Watumlawar, mengungkapkan bahwa sebelum proyek tersebut dibangun, petani umumnya hanya mampu melakukan panen satu kali dalam setahun akibat keterbatasan pasokan air.

Kini, setelah jaringan irigasi beroperasi dengan cakupan layanan sekitar 108 hektare dan jaringan distribusi sepanjang 10,8 kilometer, petani memiliki peluang meningkatkan intensitas tanam hingga tiga kali panen dalam satu tahun.

“Dulu kami hanya bisa panen sekali dalam setahun. Dengan adanya sumur bor dan pasokan air yang lebih baik, kami optimistis bisa melakukan panen hingga tiga kali dalam setahun,” kata Curcil.

Pembangunan JIAT di Pulau Yamdena dilaksanakan oleh PT Hutama Karya (Persero) menggunakan dana APBN Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp24,4 miliar.

Proyek tersebut meliputi pembangunan: 13 unit rumah pompa lengkap dengan panel dan pagar;
13 unit pompa submersible berbasis tenaga surya; 26 menara air; jaringan pipa High Density Polyethylene (HDPE) sepanjang 10.800 meter; serta 13 unit sumur bor.

Infrastruktur tersebut dirancang untuk menjamin ketersediaan air secara berkelanjutan bagi lahan pertanian di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan sumber air.

Selain pembangunan JIAT, Kementerian PU juga terus memperkuat jaringan irigasi di berbagai daerah melalui sejumlah program strategis sepanjang Tahun Anggaran 2025.

Program tersebut meliputi rehabilitasi jaringan irigasi utama di 69 lokasi, peningkatan jaringan irigasi tersier melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di 441 lokasi, pelaksanaan Inpres Percepatan Pembangunan Irigasi di 69 lokasi, serta pembangunan JIAT di 45 lokasi di berbagai wilayah Indonesia.

Pemerintah berharap berbagai pembangunan infrastruktur sumber daya air tersebut mampu meningkatkan keandalan sistem irigasi, menjaga produktivitas sektor pertanian, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim.