MITRAPOL.com, Deli Serdang – Polda Sumatera Utara (Sumut) bersama jajaran telah membangun dan merevitalisasi 75 Jembatan Merah Putih Presisi di berbagai wilayah Sumatera Utara.
Infrastruktur tersebut ditujukan untuk membuka akses masyarakat, terutama di wilayah yang selama ini terkendala kondisi jembatan.
Peresmian dilakukan serentak secara nasional pada Kamis (13/8/2026) dan diikuti Polda Sumut secara virtual bersama Presiden RI Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Di Sumatera Utara, peresmian dipusatkan pada salah satu jembatan yang direvitalisasi Polrestabes Medan di Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang.
Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto mengatakan pembangunan 75 jembatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo melalui Kapolri.
“Tidak saja 75 yang kita bangun, tetapi kita akan terus membangun jembatan-jembatan lainnya dalam rangka memberikan hal terbaik bagi masyarakat, menghubungkan tempat ke tempat seperti ini,” ujar Whisnu.
Salah satu jembatan yang direvitalisasi di Kutalimbaru memiliki panjang sekitar 20 meter dan telah diperkuat agar dapat dilalui kendaraan dengan beban hingga sekitar 15 ton.
Jembatan tersebut memiliki peran penting karena menghubungkan akses dari wilayah Deli Serdang menuju kawasan Binjai dan Langkat.
Dengan kembali berfungsinya jembatan, masyarakat tidak perlu bergantung pada jalur alternatif yang lebih jauh. Akses tersebut juga diharapkan mendukung mobilitas warga, termasuk aktivitas pendidikan, perdagangan, dan kegiatan ekonomi.
“Kami berharap bisa membangun jembatan-jembatan lainnya sehingga jembatan yang kita bangun ini dapat berguna bagi masyarakat, baik untuk sekolah, bisnis maupun kegiatan lainnya,” kata Whisnu.
Kapolda Sumut menegaskan pembangunan jembatan akan terus dilanjutkan dengan mengidentifikasi wilayah yang masih membutuhkan infrastruktur penghubung.
Secara nasional, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaporkan kepada Presiden bahwa Polri telah membangun dan merevitalisasi 895 Jembatan Merah Putih Presisi secara swadaya yang tersebar di 30 Polda.
Dari jumlah tersebut, 874 jembatan telah selesai, 17 masih dalam proses pembangunan, dan empat lainnya berada pada tahap perencanaan.
Jembatan yang telah selesai memiliki total panjang sekitar 19,2 kilometer dan menghubungkan 1.314 desa. Infrastruktur tersebut disebut memberikan manfaat bagi sekitar 2 juta masyarakat, mulai dari pelajar, petani, pedagang, pekerja, pelaku UMKM hingga masyarakat umum.
“Ini adalah tugas yang diberikan Bapak Presiden melalui Bapak Kapolri. Di wilayah Sumatera Utara tentu akan lebih banyak lagi membangun jembatan-jembatan di seluruh wilayah Sumatera Utara,” tegas Whisnu.
Pembangunan dan revitalisasi Jembatan Merah Putih Presisi diharapkan tidak hanya memperlancar konektivitas antarwilayah, tetapi juga memperkuat akses masyarakat terhadap pendidikan, pelayanan publik, serta aktivitas ekonomi di daerah.












