MITRAPOL.com, | Deli Serdang — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilaksanakan Polresta Deli Serdang melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah wilayah Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Pada Kamis (27/8/2026), pendistribusian MBG dilakukan oleh SPPG Polresta Deli Serdang 1 di Kecamatan Lubuk Pakam dan SPPG Polresta Deli Serdang 3 di Kecamatan Pantai Labu.
Di Kecamatan Lubuk Pakam, bantuan makanan bergizi disalurkan kepada penerima manfaat di sejumlah satuan pendidikan, mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Penerima manfaat juga mencakup guru serta kelompok masyarakat, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di Desa Pasar Melintang.
Sementara itu, di Kecamatan Pantai Labu, pendistribusian MBG menyasar pelajar dan guru di sejumlah sekolah. Program tersebut juga menjangkau ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di Desa Ramunia II, Desa Ramunia I, Desa Perkebunan Ramunia, serta Desa Pantai Labu Baru.
Menu MBG Disesuaikan dengan Kelompok Penerima
Menu yang dibagikan dalam program tersebut terdiri dari nasi putih, ayam lada hitam, tempe balado, acar timun, dan buah kelengkeng.
Porsi dan kandungan gizi makanan disesuaikan dengan kelompok penerima manfaat, termasuk pelajar, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Dalam proses pendistribusian, pengelola SPPG melibatkan puluhan relawan dan menggunakan kendaraan operasional untuk memastikan makanan dapat disalurkan kepada penerima sesuai sasaran.
Berdasarkan laporan pelaksanaan kegiatan, makanan yang disiapkan dinyatakan layak konsumsi. Selama proses distribusi berlangsung, tidak dilaporkan adanya kendala maupun hambatan.
Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si., didampingi Kabag SDM Polresta Deli Serdang Kompol Rusdi, S.H., M.M., mengatakan pihaknya berkomitmen mendukung pelaksanaan program MBG agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat yang menjadi sasaran.
“Pelaksanaan MBG terus kami dukung dengan memastikan proses penyediaan dan pendistribusian berjalan dengan baik. Kualitas makanan, kebersihan, kelayakan konsumsi serta ketepatan sasaran menjadi hal yang harus diperhatikan,” ujar Hendria.
Menurutnya, program MBG tidak hanya menyasar anak-anak sekolah, tetapi juga kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian dalam pemenuhan kebutuhan gizi, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
“Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat bagi penerima, khususnya dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak dan kelompok masyarakat lainnya. Kami juga mengingatkan seluruh pihak yang terlibat untuk menjaga kualitas dan memastikan makanan yang diberikan aman serta layak dikonsumsi,” pungkasnya.












