Scroll untuk baca artikel
Nusantara

PTPN IV PalmCo Gelar PSR Awards 2026, Perkuat Kemitraan Petani Sawit Rakyat

Admin
×

PTPN IV PalmCo Gelar PSR Awards 2026, Perkuat Kemitraan Petani Sawit Rakyat

Sebarkan artikel ini
PTPN IV PalmCo Gelar PSR Awards 2026
PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo menggelar Gala Dinner dan PSR Awards 2026 perdana di LPP Garden Hotel Yogyakarta, Jumat (11/9/2026)

MITRAPOL.com, Yogyakarta – PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo menggelar Gala Dinner dan PSR Awards 2026 perdana di LPP Garden Hotel Yogyakarta, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum perusahaan memperkuat kemitraan dengan petani sawit rakyat sekaligus memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang berkontribusi terhadap produktivitas dan keberlanjutan industri sawit.

Penghargaan diberikan kepada petani, koperasi, regional, unit pembelian, dan pemasok Tandan Buah Segar (TBS) yang dinilai berprestasi dalam ekosistem kemitraan PTPN IV PalmCo.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan, kemitraan dengan petani merupakan bagian fundamental dari keberlangsungan operasional perusahaan.

“Kami menegaskan komitmen untuk tumbuh bersama petani sawit rakyat melalui kemitraan yang transparan, produktif, saling menguntungkan, dan berkelanjutan,” ujar Jatmiko.

Menurutnya, penguatan kemitraan tidak hanya mendukung operasional perusahaan, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan petani dan penguatan industri sawit nasional.

Komisaris Utama PTPN IV PalmCo Desrial menegaskan besarnya kontribusi pekebun rakyat terhadap industri sawit nasional.

“Jumlah pekebun sawit rakyat ini secara persentase adalah sekitar 41-42% sehingga ini merupakan suatu kekuatan yang sangat besar untuk industri sawit nasional kita,” kata Desrial.

Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo Arya Sandhiyudha menyebut Gala Dinner dan PSR Awards 2026 sebagai momentum mempererat hubungan antara perusahaan dan petani sawit rakyat.

“Pelaksanaan Gala Dinner dan PSR Award PTPN IV PalmCo tahun 2026 yang diselenggarakan di Jogja ini akan menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan antara petani sawit rakyat dengan PTPN IV,” ujarnya.

Penguatan hubungan hulu dan hilir tersebut diarahkan untuk membangun rantai nilai sawit yang lebih terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan.

PSR Awards 2026 menghadirkan lima kategori penghargaan dengan indikator penilaian yang disusun berdasarkan kinerja dan kontribusi dalam kemitraan, yakni:

1. Kebun Plasma Terbaik, berdasarkan produktivitas dan penerapan single management.
2. Regional PSR Terbaik, berdasarkan komposisi kemitraan, capaian luas terhadap RKAP, realisasi luasan, dan persentase luas terhadap total PTPN IV PalmCo.
3. Regional Pembelian TBS Terbaik, berdasarkan tonase, margin kontribusi, dan persentase pasokan TBS terhadap RKAP.
4. Unit Pembelian TBS Terbaik, berdasarkan capaian RKAP, margin kontribusi, dan persentase pasokan kepada regional.
5. Pemasok TBS Terbaik, berdasarkan kuantum pasokan, konsistensi, kualitas TBS, legalitas, dan ketepatan administrasi.

Penilaian tersebut menunjukkan bahwa penghargaan tidak semata-mata didasarkan pada jumlah pasokan, tetapi juga mempertimbangkan produktivitas, kualitas, kepatuhan, konsistensi, dan tata kelola kemitraan.

Ketua Umum ASPEKPIR Setiyono mengapresiasi komitmen PTPN IV PalmCo dalam memperkuat hubungan dengan petani sawit rakyat.

“Bagi kami para petani sawit, Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) adalah harapan bagi petani,” ujar Setiyono.

Ia menilai keberhasilan PSR harus tercermin dalam peningkatan produktivitas, kesejahteraan keluarga petani, penguatan kelembagaan, dan keberlanjutan perkebunan rakyat bagi generasi mendatang.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Heru Tri Widarto menyampaikan bahwa pelaksanaan PSR nasional telah mencatat perkembangan sejak dimulai pada 2016.

“Sebenarnya PSR itu cukup membanggakan, karena sudah 440.000 hektar rekomtek yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan sejak tahun 2016,” kata Heru.

Namun, ia menyoroti realisasi PSR melalui jalur kemitraan yang masih sekitar 27.000 hektare. Karena itu, Heru mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, PTPN, petani, dan mitra strategis untuk mempercepat peremajaan tanaman sawit rakyat.

Ia juga mendorong percepatan penerbitan rekomendasi teknis (Rekomtek), penggunaan benih unggul, serta penerapan praktik budidaya yang baik guna meningkatkan produktivitas dan kualitas TBS.

PTPN IV PalmCo menilai penguatan kemitraan melalui PSR dapat mempererat keterhubungan antara perkebunan rakyat dan industri pengolahan sawit.

Melalui pendampingan dan pengelolaan bersama, perusahaan mendorong penerapan praktik pemupukan, pemeliharaan, dan panen sesuai standar.

Langkah ini diharapkan meningkatkan produktivitas kebun rakyat sekaligus menjaga kualitas dan kontinuitas pasokan TBS ke pabrik.

Bagi petani, kemitraan yang produktif membuka peluang peningkatan pendapatan dan kesejahteraan. Bagi perusahaan, pasokan bahan baku yang lebih terjaga mendukung keberlangsungan operasional.

Penguatan ekosistem tersebut menjadi bagian dari upaya PTPN IV PalmCo membangun industri sawit rakyat yang profesional, produktif, dan berkelanjutan.