Pemilik Kilang Padi di Nagan Raya, Keluhkan Gangguan Listrik Sering Padam

MITRAPOL.com, Kab Nagan Raya – Pemilik Kilang Padi di Kabupaten Nagan Raya mengeluh, akibat PLN di wilayah itu sering ada pemadamkan listrik secara tidak beraturan.

Dengan sering padamnya listrik dan peralihan arus dengan tidak adanya pemberitahuan,pemilik kilang padi mengalami kerugian, baik kerusakan alat pabrik itu, serta kerugian kerusakan beras yang sedang di produksi.

Pemilik Kilang Padi Rizki Perkasa Gampong Babah Krueng Kecamatan Beutong,Aris Wandi melalui humasnya Agus Salim, Minggu (27/11/2022) mengatakan, akibat seringnya padam listrik dalam minggu ini, dia mengaku alami kerugian 60 ton beras.

Jika ditaksir dengan uang kata Agus,kerugian akibat seringnya padam listrik itu,mencapai Rp.120 juta Kerugian tersebut, belum termasuk kerusakan mesin kilang padi canggihnya itu.

Selain itu ujar Agus,secara dagang dia sudah rugi akibat hal itu,pasalnya produksi beras di kilang padinya itu,akan dipasok ke Sumatera Utara selain di Provinsi Aceh. Bahkan jelasnya, truk angkutan beras dari Medan itu, telah 2 malam antrian di Kilang Padi tersebut,akibat kerusakan mesin bagian penggilingan gabah itu.

Hal ini sangat mengecewakannya,karena pabriknya itu 99 persen, menggunakan arus listrik dalam memproduksikan beras dan hal lain sebagainya.

Apalagi sebutnya,setiap hari di kilang padi itu,dilakukan pengeringan gabah mencapai 250 ton. Gabah itu, dia dapatkan dari Kabupaten dan Kota di Aceh, bahkan juga diangkut dari Sibolga.

Untuk itu, Agus mengharapkan kepada PLN di wilayah tersebut,untuk menormalkan arus listrik, atau kembali menggunakan arus listrik jalur kabel atas, guna untuk menghindari kerusakan mesin, serta kerugian usahanya tersebut.

Sementara itu Kepala PLN ULP Jeuram Helda Tindra mengungkapkan, terkait persoalan itu akan menjadi pertimbangannya dalam mengoptimalkan arus listrik di Kabupaten Nagan Raya.

Selanjutnya, PLN Jeuram juga nantinya akan memberikan pemberitahuan, terkait pengalihan arus listrik kepada pemilik kilang padi di Kabupaten itu, agar tidak menyebabkan kerugian dan kerusakan.

Untuk itu pihaknya meminta maaf kepada masyarakat wilayah itu, jika selama ini pelayanan kurang memuaskan.

“Sedangkan saat ini, pihaknya juga melakukan perbaikan di sejumlah gangguan, sehingga arus listrik dialihkan dan padam secara mendadak,” ungkapnya.

 

Pewarta : T. Indra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *