Nusantara

Mesin Eksplorasi Gas di Desa Rangkaya, Ganggu Warga Siang Malam

Admin
×

Mesin Eksplorasi Gas di Desa Rangkaya, Ganggu Warga Siang Malam

Sebarkan artikel ini

MITRAPOL.com, Aceh Utara – Suara bising mesin dan bau gas yang menyengat, diduga berasal dari aktivitas eksplorasi gas di Cluster 3 milik PT. Pema Global Energi (PGE) di Desa Rangkaya, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, telah menyebabkan ketidaknyamanan bagi warga yang tinggal di dekat area operasi.

Seorang janda miskin, Syarwani (68), warga Dusun Tgk Peunawa Desa Rangkaya, yang rumahnya berjarak sekitar 50 meter dari lokasi eksplorasi gas di Cluster 3, mengungkapkan bahwa dirinya setiap kali mesin dihidupkan terpaksa harus mendengar suara bising yang berasal dari Cluster 3.

“Setiap kali mesin dinyalakan, suaranya sangat mengganggu. Saya merasa tidak nyaman dan sulit untuk tidur,” kata Syarwani. “Selain itu, bau gas yang menyengat juga membuat pernapasan saya terganggu,” jelasnya, Sabtu (29/6/24).

Lanjutnya,”Bau gasnya seperti bau gas elpiji yang digunakan untuk memasak. Jika angin bertiup ke arah utara, bau gasnya membuat sakit kepala, pusing, bahkan dada sesak,” kata Syarwani kepada sejumlah awak media.

Mirisnya, ketika ditanyakan apakah selama ini ada kepedulian dari pihak perusahaan, Syarwani mengaku bahwa baru-baru ini pihak PGE pernah datang dan memberikan sedikit bantuan.

“Beberapa waktu lalu pernah datang pihak mereka, salah satunya menyebut dirinya bernama Fachrizal. Saat itu mereka menyerahkan bantuan sebesar Rp 300.000,” sebutnya.

Syarwani juga menuturkan bahwa dirinya telah menyampaikan permohonan agar bisa dibantu modal usaha, namun mereka menyarankan untuk mengambil pinjaman kredit di leasing.

“‘Ibu ajukan pinjaman kredit saja ke leasing, jika ada BPKB prosesnya pun tidak lama,’ begitu saran mereka,” ungkap Syarwani mengutip saran dari pihak perusahaan.

Terakhir, Syarwani menceritakan bahwa setiap hujan lebat, halaman rumahnya tergenang air karena pihak PGE membuka saluran dari lapangan Cluster 3. “Saat hujan lebat, halaman rumah saya tergenang air karena saluran dari lapangan Cluster 3 mengalir ke arah rumah saya. Mereka hanya menutup saluran seadanya saja tanpa perbaikan,” ungkapnya dengan nada kesal.

Keluhan Syarwani bukanlah satu-satunya. Beberapa warga lain di sekitar lokasi eksplorasi juga mengeluhkan hal yang sama. Mereka berharap pihak PT Pema Global Energi dapat segera mengambil tindakan untuk mengurangi dampak negatif dari aktivitas eksplorasi ini.

Warga berharap ada solusi yang dapat mengurangi gangguan suara dan bau gas yang mereka alami sehari-hari. Mereka juga meminta perhatian dari pemerintah setempat untuk menindaklanjuti masalah ini demi kenyamanan dan kesehatan warga sekitar.

Sementara itu, External Relation Manager PT PGE, Bustami Syarbini, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa saat ini di Cluster 3 tidak ada mesin untuk memproses gas yang dihidupkan sehingga tidak ada suara bising dan kebauan.

“Tadi malam, (Jum’at, 28 Juni 2024), kami juga langsung turun ke lokasi Cluster 3 untuk melakukan pengecekan terkait informasi kebisingan dan kebauan dan hasilnya tidak ada sedikit pun suara bising dan kebauan, sebagaimana bukti video yang kami kirimkan kepada rekan-rekan media,” ujarnya.

Terkait bantuan kepada masyarakat, Bustami mengaku bahwa PGE sudah melaksanakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dengan maksimal di wilayah ring satu perusahaan yang mencakup tiga pilar, yaitu Pengembangan Ekonomi, Infrastruktur, dan Pendidikan, seperti membangun jalan aspal sepanjang 6 kilometer dari Cluster 4 hingga Pirak Timu, pembangunan rumah dhuafa, MCK pesantren, program sanitasi air bersih PAMSIMAS, santunan anak yatim dan dhuafa setiap menjelang Idul Fitri, operasi katarak, khitanan massal, program penurunan angka stunting, bantuan sapi meugang dan kurban, pelatihan peningkatan life skill untuk pemuda, pembinaan UMKM, dan berbagai program pengembangan masyarakat lainnya.

“Salah satu keberhasilan dalam pengembangan ekonomi masyarakat, beberapa waktu lalu PGE mendapatkan Serambi Award dalam kategori Perusahaan Migas Dukung Pengembangan UMKM,” tutup Bustami.

 

Pewarta : Zul Aceh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *