MITRAPOL.com, Lebak – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 1 Karoya, Desa Karoya, Kabupaten Lebak, menuai keluhan dari sejumlah orang tua siswa dan dewan guru terkait menu makanan yang dinilai belum sesuai dengan konsep awal program.
Keluhan tersebut disampaikan kepada Kepala Desa Karoya, Nahrowi, setelah siswa menerima menu MBG pada Kamis (7/5/2026) berupa nasi, tempe, tumis pepaya, serta potongan buah melon yang dinilai kurang memenuhi ekspektasi masyarakat terhadap standar gizi program tersebut.
Kepala Desa Karoya Nahrowi mengatakan, pihaknya menerima aspirasi masyarakat yang berharap kualitas menu MBG dapat ditingkatkan agar sesuai tujuan utama program pemerintah, yakni memenuhi kebutuhan gizi seimbang bagi peserta didik.
“Harapan kami, menu MBG yang disiapkan oleh dapur SPPG Kadudamas benar-benar sesuai konsep awal, yakni mengandung unsur karbohidrat, protein, dan vitamin yang cukup bagi anak-anak,” ujar Nahrowi, Sabtu (9/5/2026).
Menurut Nahrowi, meski persoalan tersebut sempat menjadi perhatian publik, pihak desa menilai hal itu sebagai masukan yang perlu disampaikan kepada pihak penyedia layanan agar dilakukan evaluasi.
Ia menegaskan, pemerintah desa tidak terlibat langsung dalam teknis pelaksanaan program MBG, namun tetap membuka ruang komunikasi apabila ada aspirasi maupun keluhan dari masyarakat.
“Kalau ada keluhan warga, tentu akan kami teruskan kepada pihak dapur, baik kepada pengelola maupun ahli gizi yang bertanggung jawab,” katanya.
Nahrowi berharap kualitas makanan yang disalurkan ke sekolah-sekolah, khususnya di Desa Karoya, dapat terus diperbaiki agar benar-benar memberikan manfaat optimal bagi tumbuh kembang siswa.
“Mudah-mudahan ke depan menu yang diberikan semakin baik dan sesuai standar gizi bagi seluruh penerima manfaat,” tutupnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPPG Kadudamas terkait keluhan tersebut.












