MITRAPOL.com, Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung resmi menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan asal Malaysia, Citaglobal Berhad, dalam pengembangan investasi energi terbarukan dan rehabilitasi lingkungan berkelanjutan di Lampung.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan (Memorandum of Understanding/MoU) oleh Rahmat Mirzani Djausal bersama Executive Chairman & President Citaglobal Berhad, Mohamad Norza Zakaria, di ruang kerja Gubernur Lampung, Rabu (13/5/2026).
Kesepakatan itu mencakup tiga bidang kajian utama, yakni pengelolaan sampah menjadi energi (waste-to-energy), pemanfaatan biomassa dari limbah industri, serta pengembangan proyek tenaga surya.
Dalam keterangannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung saat ini tengah memfokuskan strategi pembangunan pada hilirisasi sektor pertanian yang ditopang penguatan infrastruktur dan pengembangan energi hijau.
“Ke depan, Provinsi Lampung akan fokus menjadi lumbung energi, khususnya energi terbarukan. Kami memiliki potensi floating solar di tiga bendungan dengan kapasitas sekitar 150 hingga 200 megawatt per bendungan, serta potensi besar pemanfaatan limbah pangan menjadi bioenergi,” ujar Gubernur.
Menurutnya, Lampung memiliki posisi strategis untuk pengembangan investasi karena didukung konektivitas yang memadai, mulai dari pelabuhan laut dalam, jaringan jalan tol, hingga rencana pengembangan jalur kereta api.
Selain sektor energi, Pemerintah Provinsi Lampung juga menawarkan peluang investasi pada proyek rehabilitasi mangrove di wilayah Lampung Timur.
Program tersebut dirancang untuk memulihkan ekosistem pesisir yang sebelumnya berupa tambak tidak produktif, sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui skema karbon kredit.
“Konsep rehabilitasi ini memberikan manfaat berlapis, mulai dari pemulihan ekosistem, mengembalikan mata pencaharian sekitar 20 ribu petani tambak, meningkatkan penyerapan karbon dioksida, menahan abrasi pantai, hingga mendorong peningkatan pendapatan masyarakat,” kata Rahmat Mirzani Djausal.
Sementara itu, Mohamad Norza Zakaria menyambut positif kerja sama tersebut dan menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti tahapan kajian teknis dalam kurun waktu satu tahun ke depan, sesuai prosedur dan regulasi yang berlaku.
Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat posisi Lampung sebagai salah satu daerah tujuan investasi hijau di Indonesia, sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.












