Nusantara

Sambut Harkitnas 2026, Rumah Saraswati Ajak Generasi Muda Jadi Obor Perjuangan

Admin
×

Sambut Harkitnas 2026, Rumah Saraswati Ajak Generasi Muda Jadi Obor Perjuangan

Sebarkan artikel ini
Rumah Saraswati Ajak Generasi Muda Jadi Obor Perjuangan
Seminar bertajuk “Generasi Muda: Obor Perjuangan, Bukan Api Kerusuhan” di Gedung Indonesia Menggugat, Kamis (21/5/2026).

MITRAPOL.com, Bandung – Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional, Rumah Saraswati menggelar seminar bertajuk “Generasi Muda: Obor Perjuangan, Bukan Api Kerusuhan” di Gedung Indonesia Menggugat, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan tersebut digelar bekerja sama dengan DPRD Jawa Barat, Kesbangpol Jawa Barat, dan DP3AKB Jawa Barat sebagai upaya mendorong generasi muda agar menjadi agen perubahan yang positif di tengah tantangan sosial yang berkembang saat ini.

Founder Rumah Saraswati, Diah Permata Saraswati, mengatakan seminar tersebut lahir dari keprihatinan atas meningkatnya aksi kerusuhan yang melibatkan pelajar dan remaja.

“Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk mengingatkan generasi muda agar tidak terjebak dalam tindakan destruktif. Mereka harus mampu menyalakan obor perjuangan dengan semangat kebangkitan nasional,” ujar Diah, Jumat (22/5/2026).

Menurutnya, forum edukatif seperti ini diharapkan dapat memberi ruang dialog sekaligus informasi positif bagi anak muda agar tidak mudah terpengaruh oleh tindakan anarkis.

“Generasi muda adalah estafet kepemimpinan bangsa yang harus dibekali pendidikan dan ruang diskusi yang tepat agar tumbuh menjadi pemimpin masa depan,” katanya.

Diah menambahkan, selama ini Rumah Saraswati juga fokus pada isu perempuan dan anak melalui program pendidikan alternatif bertajuk “Bermain dan Belajar, Sekolah Tanpa Kelas”.

Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Jawa Barat, Rafael Situmorang, menegaskan bahwa masa depan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya.

“Kalau anak-anak mudanya kuat, cemerlang, dan mau berjuang, republik ini akan semakin maju,” ujarnya.

Rafael juga mengingatkan bahwa perjuangan generasi muda harus diarahkan untuk membangun bangsa tanpa mengedepankan tindakan anarkis.

Ia mencontohkan perjuangan Soekarno yang pada masanya dianggap pemberontak oleh penjajah, namun dikenang sebagai pahlawan oleh rakyat Indonesia.

“Semangat perjuangan anak muda hari ini harus tetap untuk kemajuan bangsa, tetapi dilakukan melalui cara-cara yang konstruktif,” katanya.

Seminar ini diharapkan menjadi ruang refleksi sekaligus momentum membangun kesadaran kolektif generasi muda agar menjadi obor perjuangan yang menerangi masa depan bangsa, bukan menjadi pemicu konflik sosial.