MITRAPOL.com, Tapanuli Selatan – Kabar baik bagi masyarakat Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan perbaikan Jalan Provinsi ruas Sipirok–Sipagimbar akan mulai dilaksanakan pada tahun anggaran 2026.
Kepastian tersebut disampaikan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sumut, Aswin Painduri, yang menyebut proyek perbaikan jalan tersebut telah masuk dalam pembahasan dan penganggaran di tingkat provinsi.
“Perbaikan jalan ini sudah dibahas di DPRD Sumut dan telah dianggarkan pada APBD Provinsi tahun 2026. Kami pastikan pengerjaannya segera dilakukan,” ujar Aswin saat dihubungi dari Medan, Senin (25/5/2026).
Menurut Aswin, proyek tersebut mencakup beberapa titik strategis, yakni: Ruas Sipirok–Tandosan, Ruas Tandosan–Simangambat–Sipagimbar di Kecamatan Saipar Dolok Hole, dan Ruas Sipagimbar hingga perbatasan Padang Lawas Utara
Perbaikan jalan ini dinilai penting karena menjadi jalur utama mobilitas warga serta akses distribusi ekonomi antarwilayah di kawasan Tapanuli bagian selatan.
Kabar perbaikan jalan disambut antusias warga yang selama ini mengeluhkan kerusakan parah di sejumlah titik.
“Ini angin segar bagi masyarakat. Hampir lima tahun kami menghadapi kondisi jalan rusak berat,” kata Ahmad Dhaim Pardede, warga Desa Huta Padang, Kecamatan Arse.
Senada, anggota DPRD Tapanuli Selatan dari Partai Golkar, Defri Siregar, berharap proyek tersebut segera terealisasi karena dinilai akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah.
“Perbaikan jalan ini sangat membantu perekonomian masyarakat, khususnya di Kecamatan Sipirok, Arse, dan Saipar Dolok Hole,” ujarnya.
Sementara itu, anggota DPRD Tapanuli Selatan dari Partai NasDem, Maas Siagian, meminta seluruh elemen masyarakat ikut mengawal realisasi proyek tersebut.
“Sudah terlalu lama masyarakat menderita akibat jalan rusak. Kita harus kawal bersama agar pengerjaan benar-benar terlaksana,” katanya.
Kerusakan terparah dilaporkan terjadi di ruas Bungabondar–Arse hingga Aek Torop, di mana kendaraan hanya bisa melaju sekitar 5 kilometer per jam.
Warga menyebut kondisi jalan berlubang dan berlumpur itu bahkan pernah menyebabkan kecelakaan bus yang membawa pelajar hingga mengakibatkan korban harus dilarikan ke rumah sakit.
Dengan masuknya proyek ini dalam agenda pembangunan Pemprov Sumut 2026, masyarakat berharap perbaikan tidak lagi tertunda dan dapat segera memberikan manfaat nyata bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik di kawasan tersebut.












